BOGOR, CEKLISSATU.COM - Pemkot Bogor terus memperkuat upaya menekan angka putus sekolah.
Salah satu langkah untuk tekan angka putus sekolah yang disiapkan adalah membentuk PKBM di 14 kelurahan yang belum memiliki layanan pendidikan nonformal, sekaligus menggerakkan aparatur dan penggiat pendidikan untuk menjangkau warga secara langsung.
"Selama semua stakeholder saling berkoordinasi, kita harus jemput bola. Kasi Kemas dari kecamatan dan kelurahan juga harus giat lagi door to door kepada warga yang putus sekolah," kata Jenal Mutaqin dalam rapat sinergitas di Hotel Onih, Kamis (6/8/2026).
Baca Juga: Gebyar PKBM Bogor Timur Jemput Anak Putus Sekolah, Targetkan 544 Warga Kembali Belajar
Pasalnya, data dan fakta menjadi ukuran dalam penanganan dan upaya yang lebih maksimal. Memang, banyak permasalahan yang terjadi di tengah warga, terutama mereka yang putus sekolah.
Salah satu contoh permasalahan adalah faktor ekonomi, jarak sekolah, hingga kebutuhan sekolah. Namun, Jenal Mutaqin mengatakan bahwa pemerintah hadir untuk mengatasi hal tersebut.
"PKBM itu gratis, dan lokasinya juga dekat. Alat-alat sekolah juga kita berikan. Saya rasa tidak ada lagi alasan untuk tidak bersekolah," tegas Jenal Mutaqin.
Baca Juga: Disdik Kota Bogor Jemput Bola Tekan Angka Putus Sekolah, Mayoritas Terjadi Saat Transisi SMP ke SMA
Untuk itu, masih kata Jenal Mutaqin, perlu adanya pendekatan yang lebih maksimal lagi. Terutama dari para penggiat pendidikan dengan dibantu aparatur wilayah dan OPD.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, melaporkan bahwa penyamaan persepsi para penggiat pendidikan ini sebagai upaya penurunan kasus ATS di Kota Bogor.
Menurut Herry, upaya yang dilakukan Pemkot Bogor seperti Gebyar PKBM pada bulan Juni lalu dapat berdampak signifikan untuk menekan angka putus sekolah.
Baca Juga: DPRD Kota Bogor Buka Suara soal 10 Ribu Anak Putus Sekolah, PKBM Jadi Harapan
"Sehingga para pengawas, penilik, SKB, organisasi mitra PAUD dan Dikmas serta PKBM harus bergerak menjemput masyarakat. Kita juga akan bentuk Kelompok Belajar (Pokjar) untuk kelurahan yang belum ada PKBM-nya. Ada total 14 kelurahan yang belum ada," tambah Herry Karnadi.