BOGOR, CEKLISSATU - Bagi penggemar musik bogor dan sekitarnya pasti sudah tak asing dengan nama Closet38. Satu kolektif yang lahir di era 2000an dan sempat merajai panggung musik underground juga pensi sekolah dan kemudian hiatus selama kurang lebih satu dekade. Tahun lalu, mereka menyatakan kembali ke kancah permusikan dengan ide dan harapan yang lebih besar. Ditambah dengan berubahnya formasi, tentunya membawa semangat baru guna menuju arah yang dituju.

Tepat tanggal 1 Januari, pukul 00.00 WIB, Closet38 yang kini beranggotakan Redi (vokal), Lucky (drum), Wisnu (gitar), Budi (gitar), dan Zuhry (bass), merilis single "Lembaran Baru". Lagu ini merupakan remake dari salah satu lagu lama mereka di album "A Journey of a Thousand Miles Begin With a Single Step". 

"Perbedaan kedua racikan ini terletak pada aransemen, bunyi gitar, dan tempo yang sengaja diturunkan,". kata Redi, sang vokalis.

Setelah menyimak dengan saksama, rasanya harus setuju dengan pernyataan itu. Tapi entah kenapa, vokal Redi di lagu lama dan yang baru terasa sama. Bukan berarti jelek, tapi lebih pada kagum karena seandainya berbeda, berarti kemampuan bernyanyi salah satu dedengkot musik bogor ini memang mumpuni. Tetap tebal tapi tinggi. 

Baca Juga : Liburan Nataru, Peningkatan Pengunjung Rivera Capai 80 Persen

Dari sisi aransemen musik, nyata adanya kalau "Lembaran Baru" versi 2025 lebih didominasi raungan gitar elektrik dibanding rilisan tahun 2007 yang memberikan porsi lebih banyak pada gitar akustik. Rangka dasar lagu ini tidak berubah yang artinya meski tampil dengan formasi baru tapi frekuensi antar personil sudah berada di jalur yang sama. Wisnu yang setahu saya gitaris yang biasa membawakan musik metal mampu menurunkan ego dan berkolaborasi baik dengan Budi. Pun Zuhry, seorang pemain bass kawakan dari band yang berada di area yang sama dengan Closet38, memberikan kesederhanaan yang terasa nyaman dengan belaian pada gitar bassnya. Di belakang itu semua, Lucky sebagai pengatur tempo masih dengan permainan khasnya, sederhana tapi bertenaga.

"Memang kami menyesuaikan dengan jaman dan tentu dengan lagu remake ini, kami berharap market Closet38 makin meluas," pungkas Redi.

Satu hal yang jadi catatan, hampir di setiap lagu Closet38 selalu disisipi bebunyian sampling atau entah apa, cuma mereka yang mengerti. Tapi yang pasti sisipan itu terdengar pas juga menambah kemewahan lagu mereka. Selain itu, lirik-lirik lagu Lucky dan kolega sungguh memukau. Diksinya tidak rumit, mudah dipahami, dan seperti memang ditakdirkan untuk musik yang mereka racik. Sebagai bukti, coba dengarkan saja "Lembaran Baru" atau "Potret Masa Depan". 

"Lembaran Baru" yang diciptakan Lucky sudah bisa disimak di kanal youtube Closet38. Dan semoga saja mereka segera merilis album baru untuk para penggemarnya.

Artikel : Rizza Hujan