BOGOR, CEKLISSATU.COM -- UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Di balik angka statistik yang sering kita dengar, sesungguhnya ada kisah-kisah kecil penuh perjuangan.
Salah satunya datang dari seorang pelaku usaha sederhana di sebuah desa, yang awalnya hanya mengolah hasil kebun sendiri menjadi produk makanan.
Awalnya, pembeli hanyalah tetangga sekitar. Namun, berkat ketekunan dan kualitas produk, kabar pun menyebar dari mulut ke mulut.
Usahanya berkembang perlahan, bahan baku yang tadinya cukup dari kebun kini harus ditambah membeli dari luar, demi memenuhi permintaan yang terus bertambah.
Perjalanan itu tidak berhenti di situ. Produk yang mulanya hanya dijual di rumah, kini mulai dititipkan di warung-warung terdekat.
Bahkan, pesanan untuk acara penting mulai berdatangan. Dengan kata lain, usaha kecil ini sudah menapaki jalan panjang menuju pertumbuhan.
Namun, ada satu kelemahan mendasar usaha tersebut tidak memiliki identitas yang jelas. Tidak ada nama, tidak ada penanda, sehingga sulit dikenali lebih luas.