BOGOR, CEKLISSATU - Ambisi Indonesia untuk menjadi World Class University (WCU) seringkali dihadapkan pada paradoks.  Pandangan sempit yang hanya melihat peringkat WCU sebagai jalan pintas menuju devisa (Sony Yuliar) seringkali mengabaikan fondasi yang sebenarnya:  *pembangunan ekosistem inovasi yang berkelanjutan dan berdaulat.*  Gagasan untuk mendatangkan pakar dan mahasiswa asing demi meningkatkan peringkat,  tanpa membangun kapasitas riset dalam negeri,  menunjukkan  kegagalan  memahami urgensi  pembangunan  dari  dalam.  

Kita  berisiko  terperangkap  dalam  siklus  menguras  devisa  untuk  mengejar  angka,  sementara  potensi  lokal  terabaikan.  Jalan menuju WCU yang sesungguhnya  adalah  dengan  membangun  fondasi  riset  yang  kokoh  dan  berkelanjutan,  yang  dibangun  dari  dalam  negeri." (Sony Yuliar)
 
Strategi Membangun Budaya Inovasi:
 
Untuk membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan,  kita perlu  mempertimbangkan perspektif yang lebih lengkap:
 
1. Memahami Urgensi: Inovasi bukan sekadar mengejar angka atau peringkat. Inovasi adalah kebutuhan vital untuk menyelesaikan masalah-masalah kritis yang dihadapi bangsa.  Urgensi ini harus menjadi motivasi utama.  Isu strategis yang membutuhkan inovasi meliputi:
 
- Ketahanan Pangan:  Pengembangan varietas unggul, teknologi pertanian berkelanjutan, dan sistem distribusi yang efisien.

Baca Juga : Biaya Haji 2025 Turun, DPR: Jemaah Tetap Nikmati Pelayanan Maksimal
- Penanganan Bencana:  Sistem peringatan dini yang handal, teknologi mitigasi bencana, dan strategi penanggulangan bencana yang efektif.
- Energi Terbarukan:  Pengembangan teknologi energi terbarukan yang ramah lingkungan dan terjangkau,  serta infrastruktur pendukungnya.
- Kesehatan:  Pengembangan obat-obatan dan vaksin,  sistem kesehatan yang lebih baik, dan teknologi kesehatan yang inovatif.
- Pendidikan:  Pengembangan metode pembelajaran yang inovatif,  akses pendidikan yang merata, dan peningkatan kualitas guru.
- Industri 4.0:  Pengembangan teknologi digital,  otomatisasi, dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri.
- Kedaulatan Digital:  Pengembangan infrastruktur digital yang handal dan aman,  serta perlindungan data dan privasi digital.
- Pariwisata Berkelanjutan: Pengembangan destinasi wisata yang unik dan berkelanjutan,  penggunaan teknologi untuk meningkatkan pengalaman wisatawan, dan manajemen pariwisata yang bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial.

2. Perspektif yang Lengkap:  Pembangunan  budaya  inovasi  memerlukan  pendekatan  holistik,  melibatkan  pemerintah,  perguruan  tinggi,  industri,  dan  masyarakat.  Kolaborasi  antar  sektor  ini  sangat  penting  untuk  menciptakan  sinargi  dan  efisiensi.

3. Mempelajari dari Kegagalan:  Kegagalan  merupakan  bagian  tak  terpisahkan  dari  proses  inovasi.  Kita  harus  belajar  dari  kegagalan  masa  lalu  untuk  menghindari  pengulangan  kesalahan  dan  meningkatkan  efektivitas  riset  ke  depan.

4. Fokus pada Pembangunan dan Pelayanan Publik:  Riset  dan  inovasi  harus  berorientasi  pada  pembangunan  dan  pelayanan  publik.  Hasil  riset  harus  dapat  diimplementasikan  untuk  meningkatkan  kualitas  hidup  masyarakat.

5. Mendekonstruksi dan Merekonstruksi:  Kita  perlu  mendekonstruksi  prinsip-prinsip  yang  tidak  relevan  dan  merekonstruksi  sistem  yang  baru  dan  bernilai.  Hal  ini  meliputi  penataan  birokrasi,  sistem  pendanaan  riset,  dan  sistem  penilaian  kinerja  peneliti.  Sistem  yang  baru  harus  lebih  efisien,  transparan,  dan  mendukung  inovasi.

6. Membangun Kapasitas Lokal:  Investasi  yang  signifikan  diperlukan  untuk  meningkatkan  kualitas  pendidikan,  fasilitas  riset,  dan  kesejahteraan  peneliti  Indonesia.  Dengan  memberdayakan  peneliti  lokal,  kita  dapat  mengarahkan  riset  pada  masalah-masalah  kritis  yang  dihadapi  bangsa,  menghasilkan  inovasi  yang  relevan  dan  berkelanjutan.  Kolaborasi  internasional  harus  dilakukan  secara  strategis  dan  terarah,  sebagai  pelengkap,  bukan  pengganti  potensi  lokal.
 
Kesimpulan:
 
Jalan menuju  WCU  yang  sesungguhnya  adalah  dengan  membangun  kekuatan  dari  dalam.  Dengan  mengutamakan  pembangunan  kapasitas  lokal  dan  menciptakan  ekosistem  inovasi  yang  berkelanjutan,  kita  tidak  hanya  menghindari  jebakan  mengejar  angka,  tetapi  juga  membangun  fondasi  yang  kokoh  untuk  kemajuan  sains  dan  teknologi  Indonesia  di  masa  depan.  Kita  harus  berpikir  lebih  besar  daripada  sekadar  peringkat,  yaitu  membangun  Indonesia  yang  berdaulat  di  bidang  sains  dan  teknologi.

Penulis :

Dr.H.Soviyan Munawar,MT