Apabila putusan NDRC Indonesia tersebut tidak dipatuhi oleh pihak yang terkait maka PSSI akan memberikan sanksi yang sesuai.
Baca Juga: Patrick Kluivert Resmi Menjadi Pelatih Timnas Indonesia
NDRC Indonesia sebenarnya sudah berdiri dari tahun 2019 dan sampai akhir periode pertamanya di tahun 2023 telah menyelesaikan hampir 200 perkara. NDRC Indonesia berdiri di tahun 2019 sebagai bagian Pilot Project FIFA bersama dengan Slowakia, Malaysia dan Kosta Rika.
Di awal tahun 2024 FIFA menerbitkan NDRC Recognition Principles 2024 dengan tujuan untuk melakukan verifikasi dan menegaskan kewenangan FIFA untuk memberikan pengakuan terhadap NDRC yang didirikan di suatu member association.
Hal ini karena masalah-masalah yang terkait pertanyaan keabsahan NDRC di suatu negara. Banyak perkara yang masuk ke DRC FIFA mempertanyakan keabsahan dan batasan kewenangan suatu NDRC.
Baca Juga: Komisi X Hormati Pemberhentian STY, Rencanakan Panggil PSSI Minta Klarifikasi
Karena hal-hal ini FIFA kemudian mewajibkan negara-negara yang hendak memiliki suatu NDRC di negaranya untuk memenuhi persyaratan-persyaratan yang ada di NDRC Recognition Principles 2024 dan harus diperiksa dan diverifikasi oleh FIFA.
Seluruh persyaratan tersebut harus dipenuhi di akhir bulan Mei 2024 dengan pengumuman dari FIFA pada 7 Januari 2025. Setelah memenuhi berbagai macam persyaratan dan proses komunikasi serta verifikasi dengan FIFA, NDRC Indonesia akhirnya diakui oleh FIFA untuk periode empat tahun hingga 6 Januari 2029.
Pengakuan ini membuat PSSI menjadi satu-satunya federasi sepak bola Asia yang berhasil memperoleh status tersebut dari FIFA. Selain Indonesia, ada empat negara yang menerima pengakuan tersebut, yaitu Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA), Asosiasi Sepak Bola Inggris (The FA), Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), dan Aosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI).