Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kabupaten Bogor Elwi Sulistiyanto mengatakan, festival tidak semata-mata diarahkan sebagai ajang perebutan juara.

Lebih dari itu, anak-anak diberi pengalaman untuk merasakan atmosfer pertandingan sejak usia dini. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi mereka untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.

“Kami ingin memberikan pengalaman kepada anak-anak untuk berkompetisi sejak dini. Dari sini mereka bisa belajar, berkembang dan terus termotivasi untuk menekuni olahraga sepatu roda,” kata Elwi.

Sementara itu, Ketua Tim Kemitraan dan Penghargaan Olahraga Dispora Kabupaten Bogor Endar Sakti Lubis menjelaskan, 282 peserta yang tampil berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bogor.

Mereka mengikuti perlombaan dengan variasi jarak lintasan, mulai dari 50 meter, 100 meter, 200 meter hingga 400 meter.

Endar mengatakan, salah satu sasaran utama festival tersebut adalah menemukan anak-anak yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi atlet sepatu roda Kabupaten Bogor.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mencari bibit atlet usia dini dalam cabang olahraga sepatu roda, sekaligus memasyarakatkan dan mengenalkan olahraga ini kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Menurut Endar, pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Karena itu, kegiatan kompetisi yang mempertemukan anak-anak sejak usia dini dinilai penting sebagai bagian dari proses panjang pembentukan atlet.

Dispora Kabupaten Bogor berharap festival sepatu roda dapat terus digelar secara berkelanjutan. Dengan kompetisi yang rutin dan pembinaan yang terarah, anak-anak yang hari ini berlomba di lintasan diharapkan memiliki kesempatan untuk berkembang hingga mampu membawa nama Kabupaten Bogor di tingkat yang lebih tinggi.