KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU - Warga Puncak Bogor mendukung penuh pembongkaran bangunan Hibisc Fantasy yang tidak memiliki izin dan menggunakan lahan ilegal.
Keputusan ini semakin kuat setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memutuskan untuk membongkar kawasan wisata tersebut, karena melanggar tata ruang dan kawasan itu harus dikembalikan menjadi ruang hijau.
Perwakilan Aliansi Masyarakat Puncak, Muksin mengungkapkan bahwa kedatangan Gubernur dan perintah pembongkaran disambut baik oleh warga.
Selama ini, keberadaan Hibisc Fantasy menjadi perdebatan di tengah masyarakat karena dianggap pemicu berbagai bencana, terutama banjir.
Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Minta Warga Jakarta yang Miliki Lahan di Puncak Bogor Stop Bangun Villa
"Masyarakat sangat puas karna KDM memerintahkan segera untuk dibongkar yang selama ini bangunan ini menjadi perdebatan, jadi polemik di masyarakat, hibisc ini jadi penyumbang diantara rentetan musibah yang akhir akhir ini terjadi terutama banjir,” ujar Muksin saat dihubungi wartawan, pada Kamis (06/03) malam.
Menurutnya, kawasan Puncak semakin kritis akibat berkurangnya daerah resapan, dengan tingginya curah hujan yang tidak terserap akibat berkurangnya kebun teh dan maraknya pembangunan liar, Ia ingin kawasan Puncak Bogor seperti dahula kala.
“Karna daerah itu khusus resapan air, dan tidak boleh ada bangunan, jadi intinya kami ingin puncak bogor itu, menjadi puncak yang seperti dulu lagi,” kata dia.
Masyarakat berharap, setelah pembongkaran, kawasan tersebut tidak lagi digunakan untuk pembangunan ilegal.
Baca Juga: Pembongkaran Tempat Wisata Hibisc Fantasy Puncak Kabupaten Bogor
“Warga ingin tempat yang jadi biang banjir itu, ingin ditutup dan bongkar, jadi maunya tempat itu jadi ruang produktif tempat hijau," tegas Muksin.
Warga juga memastikan akan terus mengawal proses pembongkaran agar lahan tersebut benar-benar dikembalikan sesuai fungsinya.
"Kami akan kawal, ingin tempat yang jadi penyebab banjir ini ditutup, dan dikembalikan menjadi ruang hijau yang produktif," tutupnya.