JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Wabah hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah kasus infeksi ditemukan di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina menuju Antartika.
MV Hondius diketahui mengangkut sedikitnya 147 penumpang beserta awak kapal saat laporan pertama mengenai gejala gangguan pernapasan berat diterima Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Minggu lalu.
Meski kasus awal ditemukan di kapal yang berada di kawasan Antartika, penyebaran hantavirus justru lebih dahulu teridentifikasi di Spanyol serta Pulau Tristan da Cunha di Samudra Atlantik Selatan.
Kondisi tersebut membuat penyebaran wabah dikaitkan dengan wilayah perairan Atlantik.
Baca Juga: 3 Kasus Cacar Monyet Varian Clade 2 Ditemukan di Filipina, WHO Sebut Keadaan Darurat Kesehatan
Pada Sabtu (9/5/2026), dilaporkan seorang pria jatuh sakit usai turun dari kapal pesiar tersebut. Sementara di Spanyol, seorang perempuan mengalami gejala setelah duduk berdekatan dengan penumpang yang diduga terinfeksi selama perjalanan.
Hantavirus sendiri diketahui berasal dari hewan pengerat, terutama tikus.
Gejala yang muncul disebut memiliki kemiripan dengan Covid-19, seperti demam, flu, kelelahan berat, serta nyeri otot dan sendi, khususnya di area paha dan punggung.
WHO menyebut tingkat kematian akibat virus ini dapat mencapai 50 persen.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Naik di Asia, Kolonel Arifin Cobra: Waspada, Tapi Tidak Perlu Panik!
"Berdasarkan dinamika wabah ini, termasuk cara virus menyebar maupun tidak menyebar di antara penumpang kapal dan mereka yang telah turun dari kapal, kami masih menilai risikonya rendah bagi populasi umum," ujar pejabat teknis WHO, Anais Legand, dikutip dari BBC, Senin (11/5/2026).
Sementara itu, WHO pada Kamis (7/5/2026) melaporkan lima dari delapan kasus dugaan hantavirus telah dipastikan positif.
Dari jumlah tersebut, tercatat tiga korban meninggal dunia, yakni seorang perempuan Belanda berusia 69 tahun, suaminya yang juga berasal dari Belanda, serta seorang perempuan asal Jerman.
Sementara itu, di Indonesia sendiri, kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman mengungkapkan sempat ada dua kasus suspek hantavirus di Jakarta dan Yogyakarta.
Baca Juga: Satu Orang Warga Cianjur yang Terpapar Covid-19 sudah membaik
"Namun hasil pemeriksaan pada Jumat (8/5/2026) menunjukkan keduanya negatif dan telah dinyatakan sembuh," katanya.
Meski hingga kini kasus di Indonesia belum menunjukkan ancaman serius, situasi tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berada di fasilitas umum maupun ruang publik.
(MG/Ade Pramitha)