BANDUNG, CEKLISSATU -- Saat ini pemerintah pusat sedang gencar menyosialisasikan terkait efisiensi anggaran yang harus dijalankan juga oleh pemerintah daerah. 

Hal itu tertuang dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

Dilansir dalam media sosial akun TikTok Kang Dedi Mulyadi menyebutkan bahwa yang disebut efisiensi itu bukan hanya anggarannya dikecilkan, tetapi belanja-belanja yang dianggap tidak penting dikurangi bahkan dihapus.

"Belanja perjalanan dinas, yang dianggap tidak penting dikurangi atau dihapus. belanja pakaian dinas dihapus, kegiatan seminar-seminar, kegiatan sosialisasi-sosialisasi yang hanya bertujuan untuk menyerap anggaran dihapus," ungkap Dedi Mulyadi yang juga sebagai Gubernur Jawa Barat terpilih.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran, PHRI Bogor Kena Dampaknya, Begini Data di Lapangan

Dedi Mulyadi juga mengatakan, kegiatan-kegiatan rutin seperti pembelian ATK, kemudian kelengkapan-kelengkapan kantor yang dalam setiap tahun itu jumlahnya cukup besar, itu juga dikurangi. 

"Karena sudah abadnya, abad IT (Teknologi Informasi) berbasis digital. Kegiatan-kegiatan lain yang bersifat konsumtif yang tidak melahirkan investasi bagi masa depan Provinsi Jawa Barat juga dihapus," tegas Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi membeberkan bahwa total penghapusan dan pengurangan belanja yang tidak penting itu hari ini mencapai Rp5 triliun. Ia berharap bisa mencapai Rp5,5 triliun atau Rp6 triliun.

Selanjutnya uangnya akan diarahkan untuk apa? Dedi Mulyadi menuturkan, uangnya akan diarahkan untuk membangun infrastruktur jalan provinsi. Sehingga diharapkan dalam dua tahun ini jalan provinsi ini selesai diperhalus, diperlebar, diperkuat.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Pastikan Segera Benahi Jalur Tambang Parung Panjang, 194 Orang Meninggal akan Diberi Kompensasi

Selain itu digunakan menyelesaikan jembatan-jembatan yang sudah lama berpotensi ambruk, membangun jembatan-jembatan gantung di seluruh Jawa Barat agar anak-anak ekolah itu tidak mengalami problem sampai berenang ketika sekolah.

"Berikutnya membangun sarana irigasi untuk menunjang ketahanan pangan Provinsi Jawa Barat, melakukan reboisasi, membeli tanah-tanah trategis seperti tanah-tanah yang di dalamnya mengandung kandungan air atau menjadi sumber mata air," jelas Dedi Mulyadi.

Anggaran ersebut juga nantinya akan digunakan untuk membuat kerjasama penghijauan dengan PTPN untuk meningkatkan ketahanan ekologi dan ekosistem di Provinsi Jawa Barat.

Lalu membangun puskesmas pembantu, puskesmas, mengembangkan rumah sakit, meningkatkan jaminan layanan Kesehatan bagi seluruh warga Jawa Barat agar mereka bisa berobat dengan baik dan yang tidak mampu dibebaskan dari kewajiban membayar rumah sakit.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Apresiasi Polres Bogor Ungkap Kasus Narkotika hingga Soroti Jalan Rusak di Parung Panjang

"Kemudian meningkatkan jumlah SMA dan SMK agar anak-anak Jawa Barat bisa sekolah. Membuat ruang kelas baru bagi sekolah-sekolahnya yang kekurangan ruang kelas," ucap Dedi Mulyadi.

"Memperbanyak pembelajaran dan sertifikasi ijazah Paket A, B, dan C agar seluruh rakyat Jawa Barat melek terhadap Pendidikan," tambahnya.

Dedi Mulyadi melanjutkan, selain itu juga digunakan membangun rumah rakyat miskin dengan alokasi 40-50 juta per unit rumah dengan desain yang disesuaikan dengan karakter lingkungannya masing-masing.

Memasang jaringan listrik di seluruh provinsi Jawa Barat dengan total kebutuhan sekitar Rp350 miliar yang ingin diselesaikan pada tahun ini. Membangun Ipal komunal di setiap lingkungan rumah tangga dan pengembangan Ipal komunal di provinsi.

Baca Juga: Pemkab Bogor dan IPB University Wisuda 75 Remaja Sekolah Pra Nikah di Bojonggede

"Membangun pembangkit listrik tenaga sampah. Kemudian membeli mobil-mobil pengangkut sampah. membeli mobil-mobil Damkar yang berkualitas dan berteknologi tinggi," jelas Dedi Mulyadi.

Program lainnya kata Dedi Mulyadi, yaitu beasiswa Pendidikan untuk Pendidikan SMA dan SMK bagi sekolah swasta. Karena sekolah negeri sudah dibebaskan pendidikannya nanti. 

Termasuk di dalamnya juga disiapkan beasiswa untuk santri yang tidak mampu, yang mesantren di Jawa Barat dan di luar Jawa Barat.

"Untuk perguruan tinggi di sekolah-sekolah ternama dengan fokus pendidikan beasiswa di bidang engineering. Agar lahir generasi teknologi yang mampu menggerakkan ekonomi provinsi Jawa Barat, menjadi kelas menengah industry," tutur Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Pengendalian Inflasi Jadi Prioritas Utama Pemkab Bogor, Bachril Bakri Sebut Pentingnya Lakukan Ini

Program-program tersebut lanjut Dedi Mulyadi merupakan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan setelah nanti dirinya menjabat. 

Dengan tujuan yang paling utama adalah mengubah pola culture masyarakat Jawa Barat, dari masyarakat konsumtif menjadi masyarakat produktif.

Termasuk di dalamnya mengubah pola perilaku birokrasi. Dari birokrasi yang menyerap anggaran menjadi birokrasi yang berorientasi pada investasi sumber daya manusia, investasi infrastruktur, investasi Kesehatan.

"Ke depan juga kita akan menambah investasi keuangan di berbagai sektor. Mudah-mudahan seluruh langkah ini berhasil. Kami mophon doanya pada seluruh masyarakat Jawa Barat. Lembur Diurus Kota Ditata, Jawa Barat Istimewa," pungkas Dedi Mulyadi.