"Kami ingin memastikan setiap program TJSL terus memberikan dampak nyata setelah diimplementasikan. Melalui Smart Farming, petani tidak hanya memperoleh dukungan teknologi, tetapi juga peningkatan kapasitas untuk mengelola lahan secara lebih modern, efisien, dan produktif. Pendampingan yang berkelanjutan menjadi bagian penting agar manfaat program terus berkembang," ujar Dewi.
Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Hutan Nurul Amal. Menurutnya, penerapan teknologi Smart Farming telah membantu petani beradaptasi dengan pola budidaya yang lebih modern.
"Teknologi ini membuat pekerjaan kami lebih efisien. Penyiraman dapat dilakukan secara otomatis, penggunaan air menjadi lebih terukur, dan kami semakin memahami bagaimana memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan hasil pertanian. Harapan kami, program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak kelompok tani," ungkapnya.
Ke depan, PLN UPT Bogor akan terus memperkuat kolaborasi dengan kelompok tani, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan keberlanjutan program. Jayawangi Farm diharapkan dapat berkembang sebagai model percontohan pengembangan pertanian berbasis teknologi yang mampu mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi, serta kesejahteraan petani di berbagai daerah.