JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Setelah menyelesaikan renovasi Sekolah Rakyat (SR) Tahap I, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) langsung melanjutkan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di seluruh Indonesia.
Kegiatan ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilaksanakan di kawasan Sekolah Rakyat Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Senin (12/1/2026).
Menteri PU, Dody Hanggodo menyampaikan, bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II merupakan kelanjutan dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem, sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Setelah kita menyelesaikan Sekolah Rakyat Tahap I, kita langsung melangkah ke pembangunan Tahap II. Kita targetkan seluruhnya selesai pada Juni 2026 agar dapat digunakan saat tahun ajaran baru," ujar Dody, dikutip dari keterangannya, Selasa (13/1/2026).
Baca Juga: Operasional 166 Sekolah Rakyat Diluncurkan Prabowo, Ini Harapan Fahira Idris
Dody menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat harus dilaksanakan tepat waktu dengan tetap mengutamakan kualitas bangunan dan akuntabilitas pelaksanaan.
"Sesuai arahan Presiden Prabowo, kita tidak boleh main-main dalam pembangunan infrastruktur. Pekerjaan harus selesai tepat waktu, dikerjakan dengan sungguh-sungguh, dan menghasilkan sekolah yang kuat, aman, dan nyaman. Ini bukan sekadar bangunan, tetapi tempat membentuk masa depan anak-anak kita," tegas Dody.
Dia juga menekankan, bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrim melalui sektor pendidikan.
"Tugas kita sangat mulia. Kita mulai memutus rantai kemiskinan dari pendidikan. Semoga Sekolah Rakyat menjadi cahaya dan harapan baru bagi anak-anak yang membutuhkan," kata Dody.
Baca Juga: Indonesia Tinggi Risiko, Kemensos Jadikan Sekolah Rakyat Model Sekolah Aman Bencana
Secara nasional, Sekolah Rakyat Tahap II akan dibangun di 104 lokasi pada 102 kabupaten/kota di 32 provinsi dengan total anggaran sebesar Rp26,24 triliun yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026.
Pembangunan dilaksanakan secara multi years contract (MYC) untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan infrastruktur.
Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Bisma Staniarto menjelaskan, bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II telah dirancang dengan standar teknis yang komprehensif.
"Seluruh Sekolah Rakyat Tahap II dibangun dengan memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan akses. Kita optimis akhir Januari 2026 seluruh pondasi sudah selesai dibangun," ujar Bisma.
Baca Juga: Program RSSG Kota Depok Mampu Perkuat Daya Saing Sekolah Swasta dan Perluas Akses Pendidikan
Setiap Sekolah Rakyat Tahap II direncanakan berdiri di atas lahan minimal 5 hektare dan dilengkapi fasilitas pendidikan terpadu, antara lain ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, asrama siswa dan guru, dapur dan kantin, rumah ibadah, unit kesehatan sekolah, sarana olahraga, serta ruang terbuka hijau pendukung pembelajaran.
Kementerian PU akan terus mengawal pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II bersama kementerian dan lembaga terkait.
Hal itu dilakukan agar seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, tepat mutu, dan tepat waktu, sehingga Sekolah Rakyat dapat segera dimanfaatkan sebagai sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemutus rantai kemiskinan di berbagai daerah.