JAKARTA, CEKLISSATU - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani menyebut Sekolah Rakyat adalah program Presiden Prabowo Subianto yang mampu mengatasi masalah kemiskinan struktural.

Belum lama ini, Sri Mulyani mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Sekolah Rakyat menjadi terobosan yang diinisiasi Presiden @prabowo untuk mengatasi kemiskinan struktural," kata Sri Mulyani, dikutip dari Instagram pribadinya @smindrawati, Senin (11/8/2025).

Baca Juga: Sekolah Rakyat Sentra Terpadu Inten Soeweno Hadirkan MPLS Ramah hingga Terapkan Kurikulum Integratif

Dia mengatakan, murid yang menimba ilmu di Sekolah Rakyat merupakan anak-anak yang berasal dari keluarga prasejahtera. 

"Mayoritas murid menghadapi kesulitan bukan dalam mendapatkan pendidikan berkualitas dan memenuhi kebutuhan hidup," ujarnya.

Menurut Sri Mulyani, para siswa di Sekolah Rakyat tidak hanya akan dibekali pendidikan formal, tetapi turut didukung dengan berbagai kegiatan seperti ekstrakurikuler untuk mengasah kreativitas. 

Baca Juga: Sosok Rohman dan Otih, Dua Anak Jasinga Semangat Tak Menyerah Mengikuti Sekolah Rakyat di Galih Pakuan

Selain itu, para murid juga mendapatkan fasilitas asrama. Asrama itu bertujuan memfasilitasi peserta didik agar tumbuh dalam lingkungan yang baik, mendapatkan tempat tinggal yang layak, kebutuhan gizi terpenuhi, dan belajar disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

"Program ini akan terus dilanjutkan dan menjadi prioritas di 2026, dan diprekirakan jumlah Sekolah Rakyat yang beroperasi juga akan meningkat menjadi 200 sekolah dengan jumlah siswa diproyeksikan mencapai 15 ribu," ucapnya.

"Bersama Sekolah Rakyat, anak-anak Indonesia tumbuh cerdas bersama dan mendapatkan  akses pendidikan yang setara," tutupnya.