BANDUNG, CEKLISSATU.COM -- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa potensi bencana di wilayah Jawa Barat saat ini berada pada level yang perlu diwaspadai. Ia menekankan bahwa pernyataannya bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, melainkan sebagai bentuk kewaspadaan dan upaya pencegahan.

Dedi Mulyadi mengungkapkan pihaknya segera menyiapkan surat edaran yang berisi larangan tegas terkait penebangan pohon, khususnya pohon berdiameter lebih dari 2 meter yang berpotensi menimbulkan bencana.

“Tidak boleh, mau di rumah atau di mana pun, tidak boleh (menebang pohon besar). Ini yang akan menjadi kekuatan kita,” kata Dedi Mulyadi, Rabu (3/12/2025).

Baca Juga: Bencana Banjir-Longsor Sumatera, Pusdatin BNPB: 753 Jiwa Meninggal Dunia, 650 Hilang, 2.600 Luka-luka

Dedi Mulyadi menyatakan, telah memiliki peta data wilayah yang mengalami penebangan pohon secara masif. 

Daerah-daerah tersebut nantinya akan masuk dalam program recovery lahan, khususnya lahan yang dialihfungsikan dan digarap masyarakat.

"Lahan-lahan yang terdegradasi itu akan kembali ditanami pohon, dan proses penanaman akan melibatkan masyarakat serta para petani setempat dengan pemberian upah," kata Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Pemkab Bogor Kirim Tim Medis untuk Misi Kemanusiaan Bantu Korban Bencana di Aceh, Sumbar dan Sumut

Dedi Mulyadi menyebut kondisi pembukaan lahan di Jawa Barat semakin memprihatinkan, terutama di kawasan Cikurai, Gunung Gurandil (Bogor) hingga wilayah Sukabumi.

“Ini bukan nakuti-nakuti, tapi potensi bencana bukan hanya di Sumatera saja. Di Jawa Barat pun kita perlu hati-hati dan waspada,” tegas Dedi Mulyadi.

Menurutnya, karakter tanah di Jawa Barat yang subur justru membuatnya lebih mudah rontok ketika terjadi gempa atau saat intensitas hujan tinggi. Kondisi itu memperbesar risiko bencana seperti longsor dan banjir.

Baca Juga: Pemkab Bogor Gelar Istighosah Kubro Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Jaro Ade: Kita Perlu Banyak Memanjatkan Doa

“Kita perlu antisipasi,” kata Dedi Mulyadi menegaskan.

Melalui kebijakan larangan penebangan dan pemulihan lahan tersebut, Dedi Mulyadi berharap mitigasi bencana di Jawa Barat dapat berjalan lebih optimal dan mampu menekan risiko kerusakan lingkungan di masa mendatang.