Ia berharap dengan adanya diskusi ini bisa menjadi wadah mahasiswa untuk menyuarakan kritik, aspirasi bahkan ide-ide mereka untuk kemajuan negara. Terlebih, pemerintahan kali ini dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Saya rasa ini bisa jadi wadah kita bersama ya buat menyuarakan aspirasi, ide-ide kepada pemerintah khususnya presiden dan wakil presiden, karena mereka yang memegang tampuk kekuasaan hari ini," papar dia.
Ia menilai kepemimpinan keduanya di satu sisi cukup bagus dalam memajukan negara. Namun bukan berarti juga kepempimpinan mereka sempurna tanpa adanya kekeliruan atau kesalahan. Sehingga perlu adanya mitra kritis sebagai pengingat pemerintah salah satunya mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial.
"Meskipun hari ini kepemimpinan mereka cukup bagus dengan berbagai programnya namun tidak berati sempurna atau tanpa cacat, sehingga itu yang harus kita amati, perhatikan dan kita kaji disini. Apalagi sebagai mahasiswa kita punya peran sebagai agent of change terus juga social control terhadap pemerintah," beber Ikhbal.
Selain itu, diskusi ini juga menjadi momen resmi Aliansi Mahasiswa Nusantara Jawa Barat menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan pemerintahan Prabowo - Gibran saat ini.
Baca Juga: Skor MCP Capai 90, Pemkot Bandung Terus Benahi Sistem Pengawasan dan Budaya Integritas
Sebab, Aliansi Mahasiswa Nusantara ingin hadir sebagai mitra kritis bagi pemerintah dan mendukung visi besar Indonesia. Namun tentu saja tanpa kehilangan daya kritisnya terhadap kebijakan publik.