Ia juga menyinggung tantangan ke depan, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi konten, yang menurutnya perlu diiringi dengan standar etika dan transparansi agar tidak menggerus kepercayaan publik.
"Masa depan media siber tidak ditentukan oleh teknologi semata, tetapi oleh integritas orang-orang di balik layar redaksi," ujarnya.
Dar Edi menambahkan, Forum Pemred Media Siber Indonesia akan terus mendorong penguatan kapasitas pemred melalui diskusi etik, peningkatan kompetensi, serta penguatan solidaritas antarredaksi dalam menghadapi dinamika industri media.
Menutup refleksinya, Dar Edi mengajak insan pers menyambut tahun 2026 dengan komitmen yang sama: jurnalisme yang bertanggung jawab, beradab, dan berpihak pada kebenaran.
"Media siber yang sehat adalah fondasi demokrasi yang kuat," pungkasnya.