BANDUNG, CEKLISSATU.COM -- Sebanyak 280 orang dari tujuh faksi kelompok Negara Islam Indonesia (NII) di wilayah Jawa Barat secara serentak melakukan cabut baiat massal dan deklarasi setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis  (11/12/2025).

Dalam prosesi tersebut, ratusan peserta menyampaikan sumpah untuk setia kepada NKRI dan berkomitmen tidak kembali bergabung dengan kelompok NII yang menolak mengakui negara Indonesia.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Densus 88 Antiteror Polri, Polda Jawa Barat serta perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Kesbangpol.

Baca Juga: Ditolak PN Bandung, Gugatan Lisa Mariana Terhadap Ridwan Kamil Kandas

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat, Erwan Setiawan menjelaskan, 280 orang yang mengikuti deklarasi berasal dari sembilan kabupaten/kota di Jawa Barat, di antaranya Kota Bandung, Subang, Sumedang, Tasikmalaya, dan Garut.

"Dengan pencabutan baiat tadi, ada 280 orang total seluruhnya 280 anggota eks-NII yang terdiri dari 7 faksi dari 41 faksi. Alhamdulillah, hari ini mereka sudah mencabut baiat dan kembali ke NKRI," kata Erwan Setiawan, Kamis (11/12/2025).

Erwan berharap masyarakat sekitar bisa menerima mereka dengan baik, membina kembali mereka.

Baca Juga: Setelah Periksa 75 Saksi, Kejari Bandung Tetapkan Wakil Wali Kota dan Anggota DPRD Tersangka Dugaan Korupsi dan Penyalahgunaan Wewenang

"Karena mereka adalah saudara kita, warga Jawa Barat dan juga warga negara Republik Indonesia," katanya.

Lebih lanjut, Kata Erwan saat ini Sudah 46 ribuan menurut data terakhir yang lepas dari NII. Baiat terakhir dilaksanakan pada 2023. Di akhir 2025, sudah ada 280 yang kembali.

"Dan kami berharap mereka yang sudah kembali ke NKRI ini bisa mengajak saudara-saudara lainnya untuk mencabut baiat juga," tuturnya.

Baca Juga: Pedagang dan Pekerja Tolak Alih Fungsi Terminal Cicaheum Jadi Depo BRT Bandung Raya

Erwan mengatakan, bagi mereka yang sudah berikrar akan didata kembali untuk diberikan bantuan dan kebutuhan sesuai pekerjaan yang ditekuninya.

"Kalau mereka bertani, apa yang mereka butuhkan: bibit, pupuk, atau lahan. Kalau berdagang, nanti kita bantu UMKM seperti apa. Mereka sekarang adalah warga Jawa Barat yang tidak bisa lagi dibeda-bedakan," katanya.

Sementara itu Waka Densus 88 Anti Teror, Brigjen Pol I Made Astawa mengatakan, mereka yang terpapar NII itu hampir tersebar di seluruh wilayah, baik di pedesaan  maupun di perkotaan.

Baca Juga: NPCI Kabupaten Bogor Hadirkan MST Emergency Ambulance di Kejurda Jabar 2025, Jadi Sorotan Positif di Bandung

"Tetapi itu tidak membedakan dengan wilayah lain. Semua kita pantau dan kita ajak untuk kembali ke NKRI dengan ideologi Pancasila, dan untuk proses membujuknya dan pendekatan nya itu sekitar satu tahun," katanya.