JAKARTA, CEKLISSATU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka ikon baru berupa Taman Bendera Pusaka, ruang terbuka hijau yang bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan simbol perjuangan dan pengingat sejarah bangsa. 

Taman Bendera Pusaka terintegrasi dengan tiga taman kota lainnya, yaitu Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, Taman Bendera Pusaka akan memiliki fasilitas olahraga gratis, area edukasi sejarah, hingga solusi atas masalah banjir dan kebersihan lingkungan.

Baca Juga: DPKPP Kabupaten Bogor Bangun Taman di Eks PKL Puncak, Cegah Kembali Digunakan untuk Berdagang

Selain itu, proyek Taman Bendera Pusaka juga dirancang khusus untuk mengatasi permasalahan banjir dan bau yang selama ini mengganggu kenyamanan warga sekitar. 

"Baru kali ini taman yang kita bangun sekaligus menyelesaikan persoalan banjir dan juga bau yang ada di taman itu. Karena selama ini yang menjadi keluhan adalah banjir dan bau," beber Pramono, Jumat ((8/8/2025).

Pramono menyampaikan, biaya yang dibutuhkan untuk membangun dan mempercantik tiga taman di Jakarta Selatan itu cukup besar. 

Baca Juga: Warga Jakarta Butuh Ruang Terbuka Hijau, Kawasan Monas Bakal Dibuka Hingga Pukul 10 Malam

Meskipun begitu, ia menegaskan Pemprov DKI Jakarta tetap akan melanjutkan rencana pembangunan untuk kepentingan masyarakat.

"Ini kan harus dilakukan untuk kebaikan membangun Jakarta. Dan tamannya kita namakan Taman Bendera Pusaka," ujarnya.

Pramono pun menjelaskan alasan pemberian nama Taman Bendera Pusaka. Nama ini dipilih untuk mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa kemerdekaan bangsa ini tidak diraih dengan mudah.

Baca Juga: Tambah Ruang Terbuka Hijau, Pemkot Resmikan Revitalisasi Bukit Mbah Garut

"Saya menginginkan ada taman yang tematik. Yang ada pesan sejarahnya, historisnya bahwa ini taman betul-betul kalau orang datang ke tempat itu mengingatkan bahwa kemerdekaan bangsa ini tidak datang tiba-tiba," tutup Pramono.

Pramono berharap, Taman Bendera Pusaka yang nantinya akan dibuka 24 jam ini bisa menjadi ikon baru di Jakarta Selatan.