Sussy menambahkan, faktor sosial ekonomi dan kehamilan di luar nikah juga berkontribusi terhadap tingginya angka pernikahan dini. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk memiliki pengetahuan dan kesiapan sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.
Pj Bupati Bogor, Bachril Bakri, yang turut hadir dalam acara ini menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas harus dimulai sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Pengendalian Inflasi Jadi Prioritas Utama Pemkab Bogor, Bachril Bakri Sebut Pentingnya Lakukan Ini
“Menyiapkan SDM yang unggul tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan program jangka panjang yang dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat,” kata Bachril.
Menurutnya, pendidikan pra-nikah bagi remaja merupakan salah satu langkah konkret untuk menekan angka pernikahan anak, perceraian, serta permasalahan kesehatan keluarga seperti stunting. Dengan adanya program ini, diharapkan generasi muda dapat lebih memahami pentingnya perencanaan pernikahan yang matang.