BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Rencana Pemerintah Kota Bandung mengubah Terminal Cicaheum menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya mendapat penolakan dari pedagang, sopir, dan pekerja.

Mereka menilai perubahan Terminal Cicaheum, dan  relokasi ke Terminal Leuwipanjang bakal mengancam mata pencaharian.

Salah satu pedagang di Terminal Cicaheum, Ari mengatakan, penolakan muncul dari berbagai elemen yang menggantungkan hidup di kawasan terminal. 

Baca Juga: Terminal Cicaheum Bakal Dialihfungsikan Jadi Depo Angkutan Masal

Meski demikian, Ari menegaskan, situasi di lapangan tetap kondusif, meskipun pendapatan utamanya para pedagang sudah tidak seperti dahulu, namun mereka tetap bertahan karena sejak lama menggantungkan mata pencaharian di terminal tersebut.

"Meski pendapatannya tak seperti dahulu, tapi kita sudah lama di sini, mencari pundi-pundi rezeki di sini. Tentunya pendapatan menurun setelah Covid-19 itu, kita juga berharap membaik," katanya.

Ari menilai, Terminal Cicaheum memiliki nilai historis dan kedekatan emosional bagi warga yang menggantungkan ekonomi di sana. 

Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Bentuk Tim Evaluasi Perizinan, Pastikan Alih Fungsi Lahan Sesuai Aturan

"Terminal Cicaheum ini sudah sangat ikonik. Syuting series televisi juga di sini. Apalagi sebentar lagi mau masuk high session, ada Natal dan Tahun Baru," katanya.

Ia menambahkan, lokasi terminal menjadi penopang ekonomi banyak keluarga.

"Di sini menjadi barometer untuk kepentingan di keluarganya," kata Ari.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Bogor Pantau Progres Revitalisasi Terminal Bubulak

Dikatakannya, pendapatan bersih dari hasil berniaga di Terminal Cicaheum kini tidak sampai Rp200 ribu per hari. 

Ari mengatakan, sebenarnya isu pemindahan fungsi terminal sudah lama terdengar, namun tak pernah ada tindak lanjut. 

"Sebetulnya sudah dari lama tahu info ini dan belum ada tindak lanjutnya hingga kini. Dan isu itu sekarang ramai lagi," tuturnya. 

Ari berharap bukan pemindahan yang dilakukan pemerintah, melainkan mendorong masyarakat kembali menggunakan transportasi umum agar terminal kembali ramai.

Baca Juga: Pekerja Bergaji Maksimal Rp6,2 Juta Gratis Naik MRT, LRT, dan BRT, Fahira Idris: Pak Pram Top

Terkait kemungkinan aksi penolakan, Ari menyebut hal itu masih mungkin dibahas lebih lanjut.

"Jika pemerintah tetap bersikeras, ke depannya belum tahu ada demo atau tidak, mungkin nanti dibicarakan dengan paguyuban di sini, tapi sejauh ini kondusif," katanya.

Penolakan serupa disampaikan Roni, pekerja PO bus di Terminal Cicaheum.

Baca Juga: Sebanyak 22 Bangunan Liar di Terminal Cibinong Dibongkar Satpol PP Kabupaten Bogor, Ini Tujuannya

Ia mengatakan, isu perubahan fungsi terminal sudah terdengar sejak era Wali Kota Bandung Dada Rosada hingga Ridwan Kamil, namun tak pernah terealisasi. 

"Kami menolak itu, bukan hanya menolak secara pribadi untuk perwakilan bis, ini mewakili semua yang ada elemen masyarakat di Terminal Cicaheum," kata Roni.

Roni juga menyebut pemerintah belum memberikan penjelasan langsung mengenai rencana tersebut. 

Baca Juga: Sebut Kondisi Terminal Bubulak Memprihatinkan, Dokter Rayendra: Fasilitas Publik Harus Jadi Prioritas

"Pemerintah harus bisa menganalisa sampai ke situ," ucapnya.

Sementara itu, diketahui layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) akan dialihkan ke Terminal Leuwipanjang apabila rencana ini direalisasikan.