JAKARTA, CEKLISSATU - Masyarakat digital adalah masyarakat yang elemen di dalamnya terhubung melalui jaringan teknologi informasi dan komunikasi sehingga memengaruhi pola interaksi yang terjadi.
Penerapan literasi digital dapat membuat masyarakat jauh lebih bijak dalam menggunakan serta mengakses teknologi. Dalam bidang teknologi, khususnya informasi dan komunikasi, literasi digital berkaitan dengan kemampuan penggunanya.
Anggota Komisi I DPR RI, Krisantus Kurniawan mengatakan, bahwa salah satu faktor yang juga mempengaruhi perilaku pintar dan bijak di dunia internet adalah etika. Dengan bekal karakter etika yang sesuai dengan nilai kebangsaan, maka generasi muda siap untuk menghadapi gelombang besar di era digital 4.0 ini.
Baca Juga : Perkembangan Teknologi, Masyarakat Didorong Paham Literasi Digital
“Oleh karena itu, menanamkan karakter etika sebagai wujud implementasi nilai-nilai Pancasila bagi generasi melenial sangat diperlukan,” kata Krisantus dalam seminar online Ngobrol Bareng Legislator dengan tema ‘Menjadi Masyarakat Digital Yang Pintar’, Sabtu 1 April 2023.
Dia menjelaskan, penanaman karakter etika itu dimulai dari sejak dini, lingkungan keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial masyarakat, serta dilingkungan birokrasi/pemerintahan.
“Terutama peranan pendidikan nasional dalam menanamkan karakter etika yang kuat demi tercapainya tujuan nasional. Jadi sangat penting bagi kita untuk berlaku pintar dan bijak dengan disertai etika berbudaya internet yang baik,” ujarnya.
Sementara itu Jokhanan Kristiyono mengatakan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar menjadi masyarakat digital yang pintar yaitu perlunya memahami teknologi digital dan bagaimana cara kerjanya.
“Anda dapat memulai dengan membaca buku, mengikuti kursus online, atau mengikuti pelatihan teknologi. Selain itu juga masyarakat perlu memahami risiko digital yang ada, seperti keamanan data dan privasi. Anda dapat mempelajari cara melindungi data pribadi dan menjaga keamanan di dunia digital,” ucap Jokhanan.
“Selain itu, mempelajari literasi digital seperti kemampuan untuk mengakses, mengevaluasi, menggunakan, berbagi, dan menciptakan informasi dengan menggunakan teknologi digital. Ini juga termasuk kemampuan untuk memilah dan memilih informasi yang baik dan benar,” lanjutnya.
Founcder and COO of Bicara Project, Joddy Caprinata menyebut ada empat pilar literasi digital. Yakni cakap atau mampu menggunakan dan memanfaatkan perangkat digitraln, budaya atau mampu membentuk pola harmonis dalam dunia digital, aman atau mampu menjaha diri dari bahay dunia digital dan etika atau mampu berinteraksi dengan baik di dalam dunia digital.
“Selain itu sebagai masyarakat kita perlu mendapatkan berbagai manfaat yang tersedia di dunia digital seperti mengkonsumsi konten yang baik, posting hal positif sehingga dapat menularkannya ke berbagai orang dan tidak mengakses konten ilegal,” kata dia.
Terakhir, Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegas bahwa kita berada di era percepatan trasnformasi digital.
“Diperlukan kolaborasi yang baik masyarakat dengan pemerintah agar masyarakat tidak tertinggal dalam proses percepatan transformasi digital,” tutupnya.