JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Antisipasi cuaca ekstrem, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui BPBD melalukan Operasi Modifikasi Cuaca.

Dikutip dari Instagram resmi @bpbddkijakarta, Minggu (18/1/2026), Operasi Modifikasi Cuaca yang dilakukan sejak 16 hingga 22 januari 2026 itu dipusatkan di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

“Pelaksanaan Operasi modifikasi cuaca ini sesuai dengan pertimbangan BMKG terkait intensitas curah hujan tinggi di sebagian wilayah DKI Jakarta,” tulis BPBD DKI Jakarta.

Baca Juga: Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem, BPBD Perpanjang Program Operasi Modifikasi Cuaca hingga 22 Januari 2026

Operasi Modifikasi Cuaca tersebut dilakukan dengan penyemaian garam untuk memecah awan sebelum memasuki daratan Jakarta, dilakukan kerja sama dengan TNI AU.

“Lokasi penyemaian mencakup Ujung Kulon, perairan Banten, dan Selat Sunda dengan ketinggian 8.500 hingga 11.000 feet. Total garam yang digunakan 2.400 kg dalam tiga kali penerbangan,” lanjutnya.

Penyemaian garam ini diharapkan dapat mengurangi beban saluran air Jakarta yang saat ini sudah over capacity. Meski OMC terus digencarkan, hujan ekstrem tetap menyebabkan 36 RT dan 27 ruas jalan tergenang pada Minggu (17/1/2026) pagi.

Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Kabupaten Bogor Tingkatkan Kewaspadaan Potensi Bencana

“BPBD mengimbau masyarakat tetap tenang tetapi waspada, dan segera menghubungi call center Jakarta Siaga 112 jika menghadapi keadaan darurat,” tutup BPBD DKI Jakarta.