JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kepulauan Seribu terus melakukan mitigasi dan penanganan berkelanjutan terhadap fenomena pasang air laut atau banjir rob yang kerap terjadi di wilayah pesisir.

Kepala Sudin SDA Kepulauan Seribu, Mustajab mengatakan, pihaknya telah menyiagakan 166 pasukan biru, 20 kendaraan operasional hingga 50 pompa portable pada sejumlah titik rawan di 11 pulau penduduk.

"Sejak kemarin kami telah mengerahkan personel satgas dan pompa apung atau alkon untuk mempercepat surutnya air. Selain itu, pembersihan saluran agar aliran air menuju laut tidak terhambat,” katanya, Jumat (6/12/2025).

Baca Juga: Satu Ruas Jalan di Depan JIS Terdampak Banjir Rob, BPBD Siagakan Pompa Mobile Sedot Genangan

Mustajab menjelaskan, ketinggian banjir rob di setiap wilayah bervariasi, mulai sekitar 20 hingga 25 sentimeter. 

Untuk menangani fenomena banjir rob tersebut pihaknya juga terus melakukan penguatan infrastruktur atau pembuatan tanggul di tiap wilayahnya.

"Kami terus memastikan seluruh tanggul hingga pengendalian air berfungsi dengan baik, sehingga masyarakat dapat lebih terlindungi saat terjadi pasang tinggi,” tambahnya.

Baca Juga: Fase Supermoon, BPBD DKI Jakarta Minta Warga Pesisir Waspada Banjir Rob 1-10 Desember 2025

Ia juga mengimbau warga untuk selalu waspada, mengikuti informasi perkiraan cuaca, dan segera melapor jika menemukan titik yang berpotensi menimbulkan genangan.

Menurut Mustajab, fenomena banjir rob akan kembali terjadi saat memasuk libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, maka itu pihaknya terus menyiagakan petugas dan langkah mitigasi di setiap pulau terutama di kawasan wisata yang diprediksi ramai.

"Upaya mitigasi yang telah kami lakukan diharapkan dapat meminimalkan dampak banjir rob, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah Kepulauan Seribu," ungkapnya.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Sementara itu, Lurah Pulau Panggang, Jamaludin mengungkapkan, di wilayahnya ada tujuh yang terdampak banjir rob. Diduga ini karena belum adanya tanggul penahan di sisi utara pulau.

Karena itu, Ia berharap kawasan tersebut bisa segera mendapatkan penanganan melalui tanggul rob atau tanggul abrasi.

"Kami berharap, pembangunan tanggul di sisi Utara Pulau Panggang bisa segera dilakukan," tutupnya.