Sementara itu, suara dunia usaha disuarakan oleh CEO Borneos.co, Kahar Muzakkir. Ia membawa perspektif kekinian dari dunia startup dan digital. “Hubungan kerja tak bisa lagi satu arah. Kemitraan yang sehat justru mendorong inovasi dan produktivitas,” katanya. Borneos.co, lanjutnya, menerapkan sistem kerja yang partisipatif dan transparan demi menciptakan iklim saling percaya.
Dari sisi buruh, Ketua DPW Garda Bontang, Muhammad Ayub, memberi catatan penting. Ia mengingatkan bahwa fleksibilitas kerja di era modern tak boleh menggerus perlindungan pekerja. “Kami tidak alergi perubahan. Tapi perubahan harus adil dan tetap melindungi buruh. Serikat pekerja tetap penting untuk menyeimbangkan hak dan kewajiban,” ujarnya tegas.
Diskusi yang dipandu oleh Angga Fakih, praktisi industri dari Badak LNG, berlangsung dinamis. Di akhir acara, Angga menegaskan harapannya agar forum ini tidak berhenti sebagai diskusi semata, tetapi dilanjutkan dalam bentuk kerja sama konkret dan edukasi berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Bontang dalam membangun sistem ketenagakerjaan yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga menjunjung tinggi keadilan sosial. Dalam era penuh tantangan, Bontang mencoba memberi contoh: bahwa masa depan kerja yang manusiawi bisa dimulai dari keberanian untuk mendengarkan semua suara—tanpa kecuali.