JAKARTA, CEKLISSATU – Perkembangan era digital saat ini membuat media sosial (medsos) bisa jadi sarana bagi pemenuhan kepentingan ekonomi ataupun politik, melalui pemberitaan yang bertentangan dengan kenyataan (hoaks), sehingga berpotensi menumbuhkan kebodohan baru, terutama untuk generasi milenial dan sesudahnya.
Wakteum DPP Mahasiswa Pancasila, Sugirin Tjastoni mengatakan, medsos telah mengubah konsep pertarungan, dari pertarungan fisik bergeser menuju pertarungan wacana, tetapi banyak yang melakukan dengan meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik.
“Pendidikan karakter Pancasila memiliki peran yang sangat penting dalam era digital saat ini. Dalam bermedia digital, banyak sekali informasi yang dapat dengan mudah diakses oleh siapa saja, namun tidak semuanya benar atau sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” ujar dia dalam webinar dengan tema ‘Pendidikan Karakter Pancasila Dalam Bermedia Digital’, Kamis 10 Mei 2023.
Baca Juga : LH Pelaku Arisan Bodong di Cianjur Miliaran Rupiah Ditangkap Polisi
Oleh karena itu, pendidikan karakter Pancasila sangat penting dalam membentuk sikap dan perilaku yang positif dalam bermedia digital.
“Peran moral dan etika dalam pembangunan bangsa bagaikan peran hati bagi diri manusia. Jika hati rusak maka rusak seluruhnya,” ujar dia.
Sementara itu Anggota Komisi I DPR, Mukhlis Basri mengatakan, perkembangan teknologi pada zaman modern ini sudah semakin pesat.
Semakin berkembangnya zaman semakin canggih juga teknologi yang dihasilkan.
Menurut Mukhlis, berkembangnya teknologi saat ini tidak hanya membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat, melainkan juga membawa dampak negatif.
“Pendidikan karakter Pancasila merupakan strategi pembangunan karakter bangsa melalui dunia pendidikan,” ujar dia.
Selanjutnya Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara beraktivitas dan bekerja.
Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat ini semakin mempertegaskan era disrupsi teknologi.
Kementrian Kominfo bersama gerakan nasional literasi digital serta jejaringnya juga hadir untuk memberikan perhatian informasi digital yang menjadi kemampuan digital di tingkat dasar bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
“Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang baik masyarakat dengan pemerintah agar masyarakat tidak tertinggal dalam proses percepatan transformasi digital,” tutup Semuel.