JAKARTA, CEKLISSATU.COM -- Papua adalah Indonesia. Itu bukan sekadar slogan, itu harga mati. Siapapun yang mencoba merongrong, memecah belah, atau mengusik keutuhan Papua, baik melalui gerakan separatis, infiltrasi asing, maupun propaganda global, harus sadar: bangsa ini tidak akan tinggal diam.
Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Muhammad Ali, menegaskan bahwa di garis depan, TNI Angkatan Laut berdiri kokoh menjaga laut dan harga diri bangsa.
Komitmen itu dibuktikan nyata oleh Lantamal X TNI AL Jayapura, Koarmada III, di bawah komando Brigjen TNI Marinir F.J.H Pardosi.
Dalam waktu empat bulan, sinyal ketegasan, kehadiran negara, dan kekuatan maritim Indonesia semakin terasa di Bumi Cenderawasih. Laut Papua bukan wilayah abu-abu yang bisa ditawar-tawar.
Baca Juga: Rupiah Menyapa Pelosok Papua, Sinergi Bank Indonesia dan TNI AL Lepas Ekspedisi ERB 2025
Laut Papua adalah kepentingan nasional, jalur strategis, dan benteng pertahanan yang tak boleh diserahkan kepada siapapun selain bangsa Indonesia sendiri.
Kerja sama maritim Indonesia dengan Seychelles adalah langkah strategis yang patut dicatat dunia. Indonesia tidak berjalan sendiri.
Kita membangun jejaring maritim global, memperkuat ekonomi biru, meningkatkan kesejahteraan rakyat pesisir, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan maritim yang disegani di kawasan Pasifik.