BANDUNG, CEKLISSATU -- Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Bandung Eddy Marwoto (EM), eks Sekda Kota Bandung Yossi Irianto (YI), eks Kadispora Dodi Ridwansyah (DR) dan eks Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bandung Deni Nurhadiana Hadiman (DNH) ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Rp6,5 miliar ke Pramuka tahun 2017, 2018 dan 2020, Kamis (12/6/2025). Mereka kini telah ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat. 

Modus para tersangka yaitu meloloskan biaya representatif dan honorarium untuk staf dan pengurus serta menggunakan dana tidak sesuai peruntukan dan fiktif. Padahal biaya representatif dan honorarium tidak ada dalam aturan.

Aspidsus Kejati Jabar Dwi Agus Arfianto mengatakan Kadispora Kota Bandung saat tahun 2020 menjabat sebagai ketua harian kwarcab gerakan Pramuka Kota Bandung dan wakil Ketua bidang organisasi dan hukum. 

Sedangkan eks Sekda Kota Bandung Yossi Irianto sebagai ketua kwarcab gerakan Pramuka Kota Bandung tahun 2016 hingga tahun 2021.

Baca Juga: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Berintegritas, Pemkot dan Dewan Sinergi Berantas Korupsi

Sedangkan Dodi Ridwansyah menjabat sebagai Kadispora tahun 2017 hingga tahun 2018 serta wakil ketua bidang hubungan antar lembaga kwarcab Pramuka sejak tahun 2016 hingga 2019.  

Deni Nurdiana sebagai ketua harian kwarcab gerakan pramuka tahun 2017-2018.

Pada tahun 2017, 2018 dan tahun 2020, ia mengatakan Kwarcab gerakan Pramuka Kota Bandung mendapatkan hibah Rp6,5 miliar dari Pemkot Bandung.