KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Antusias masyarakat Kabupaten Bogor dalam menyambut kirab Panji dan Mahkota Binokasih kemarin sangat luar biasa. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, saat mendampingi Bupati Bogor, Rudy Susmanto melepas mahkota Binokasih yang kembali ke Keraton Sumedang Larang.

Sastra Winara mengatakan, sepanjang Jalan Karadenan hingga Pemkab Bogor antusias masyarakat sangat luar biasa. Tentunya budaya masyarakat tidak boleh dilupakan.

"Saya secara pribadi melihat kedatangan setelah 600 tahun lalu, baru hari ini mahkota Binokasih hadir di Kabupaten Bogor," ungkap Sastra Winara kepada Ceklissatu.com.

Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto Sebut Mahkota Binokasih Simbol Pemimpin yang Harus Sayang dengan Rakyatnya

Sastra Winara menyebut bahwa mahkota Binokasih filosofinya sebagai pemersatu bagi semua golongan. Dan kehadiran mahkota Binokasih yaitu untuk membangun Kabupaten Bogor ke depan.

"Tentu kita punya harapan besar. Kabupaten Bogor bisa lebih maju, dan lebih berpihak kepada rakyat," ucap Sastra Winara.

Di sisi lain lanjut Sastra Winara, diperlukan juga keseimbangan antara budaya dan agama.

"Kami dari DPRD menyampaikan bahwa kebudayaan itu penting, tidak boleh kita tinggalkan budaya kita. 600 tahun baru mampir ke sini tentu punya kesan tersendiri bagi saya," jelas Sastra Winara.

Baca Juga: Kirab Mahkota Binokasih di Bogor, Budayawan Serukan Kebangkitan Kearifan Lokal

Ia juga berharap, nantinya pada Hari Jadi Bogor mahkota Binokasih bisa kembali lagi ke Kabupaten Bogor dengan membawa spirit dan semangat.

Saat ditanya terkait apakah ada anggaran khusus dalam pengelolaan kemajuan kebudayaan, Sastra Winara mengatakan, semangat masyarakat dalam kebudayaan harus dilestarikan.

"Urusan anggaran nanti kita coba sesuaikan untuk kepentingan dan tidak meninggalkan sejarah leluhur kita," jelasnya.