Diaz mendorong agar produksi RDF di TPPAS Lulut Nambo ditingkatkan. Menurutnya, kerja sama dengan pihak offtaker seperti PT Indocement menjadi kunci penambahan produksi RDF.
"Indocement saat ini sudah menyerap 600 ton RDF per hari dari Bantar Gebang, dan masih membutuhkan 1.800 ton lagi. Ini peluang besar bagi TPPAS Lulut Nambo untuk memasok," ujarnya.
Baca Juga: Tindaklanjuti Technical Meeting, KLH Tinjau Fasilitas Pengolahan PCBs di PPLI
Ia juga menyoroti pentingnya stabilitas suplai dan harga RDF agar proses bisnis dapat berjalan dengan optimal.
"Kalau suplai dan harga bisa dikomunikasikan dan dikomitmenkan, maka kerja sama ini bisa membantu menyelesaikan masalah sampah di Indonesia, dimulai dari sini," tegasnya..