BOGOR, CEKLISSATU - Pondok pesantren (ponpes) Sirojul Huda menggelar dialog kebangsaan dengan mengangkat tema Ancaman Bibit Radikalisme di Tahun Politik. Acara tersebut berlangsung di ponpes Sirojul Huda, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.
Turut hadir Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso. Pada kesempatan itu, Bismo turut mengapresiasi dialog kebangsaan yang mengangkat tema radikalisme.
Menurut Bismo, dalam situasi sekarang yang sudah menggunakan teknologi informasi yang canggih, medsos dan lainnya sering kali mendapatkan informasi baik posiitf maupun negatif, oleh karena itu harus tetap waspada, bertabayun, jangan sampai informasi negatif membuat bangsa ini terpecah belah.
Baca Juga : Kembali Serang Ukraina, Rudal Rusia Masuk Wilayah NATO
Bismo mengajak kepada masyarakat untuk saling jaga persatuan dan kesatuan bangsa, persaudaraan, terlebih Bhineka Tunggal Ika harus menjadi nafas di setiap situasi, rasa bertoleransi, gotong royong, guyub harus tetap terjaga.
"Jangan biarkan pihak yang memiliki kepentingan mengadu domba. Di sisi lain, acara ini sangat bagus, saya mengapresiasi. Bagaimana kita mencegah upaya-upaya yang memang ingin memecah belah bangsa kita. Jangan mudah terprovokasi informasi atau berita hoax yang banyak tersebar di media sosial," ucapnya, kemarin.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus koordinator Forum Pesantren dan Majelis Jawa Barat Selatan, M Fahmi Fauzan Ihsan menambahkan digelarnya dialog kebangsaan berkaca pada tahun politik 2019 lalu bahwa banyak perpecahan akibat berbeda pilihan maupun pendapat terhadap calon presiden.
"Melalui acara ini harapannya tidak ada perbedaan pilihan yang menjadi sumber perpecahan, siapapun presidennya nanti tidak berdampak adanya perpecahan, permusuhan dan hal-hal yg kurang baik ditengah masyarakat, juga perlu diperhatikan bahwa penting disosialisasikan secara menyeluruh sampai tingkat masyarakat paling bawah disetiap kabupaten kota se indonesia," katanya.
Sebelumnya, dialog kebangsaan tersebut menghadirkan empat narasumber yang tentu berkompeten dibidangnya yakni Founder Media Islam, Gus Ahmad Ubaidillah, Presidium IPW, Sugeng Teguh Santoso, Direktur Jaringan Muslim Madani (JMM), Syukron Jamal serta Perwakilan Densus 88 Polri, Kombes Pol Ponco Ardani selaku Kasubdit Kontra Radikal Ditcegah Densus 88 AT Polri.