JAKARTA, CEKLISSATU — Di tengah era kompetisi teknologi yang dipenuhi dengan iklan bombastis dan perang harga, Indofast Digital tampil beda. Startup lokal yang digawangi oleh Dionisius A. Wibisono dan Mira Namira ini membuktikan bahwa kepercayaan dan koneksi personal masih menjadi senjata paling ampuh dalam membangun bisnis digital.
“Kita punya prinsip the power of segelas kopi. Semua proyek besar yang kita dapat, datang dari network—dari teman ke teman,” ujar Dionisius dengan senyum santai saat ditemui di Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Indofast Digital kini dikenal karena inovasinya dalam bidang Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI). Salah satu andalannya adalah predictive maintenance system—teknologi yang memungkinkan mesin memberi peringatan dini sebelum rusak.
“Kalau sensor mendeteksi filter sudah 10 persen aus, sistem langsung kasih tahu. Jadi pabrik bisa ganti sebelum rusak total,” jelas Mira Namira.
Solusi ini tak hanya efisien, tapi juga menghemat miliaran rupiah dan memperpanjang usia mesin hingga dua kali lipat. Tak berhenti di situ, Indofast juga mengembangkan sistem CCTV pintar yang bisa menghitung kerumunan, membaca plat nomor, bahkan mengenali kendaraan dalam waktu nyata. Versi lebih lanjutnya bahkan tengah dikembangkan untuk mendeteksi ambulans dan otomatis mengubah lampu merah menjadi hijau—langkah menuju smart city sesungguhnya.
Satu lagi inovasi yang menarik perhatian adalah sistem parkir tanpa kartu. Kamera otomatis menangkap plat nomor dan wajah pengemudi, menjadikannya ID digital unik. “Masuk parkiran tinggal jebret! Kamera langsung tahu siapa yang datang, kapan, dan mobil apa,” ujar Dionisius.
Yang membuat Indofast Digital berbeda adalah filosofi bisnisnya. “Harga itu nomor dua. Kepercayaan dan kenyamanan klien nomor satu,” tegas Dionisius. Pendekatan ini membuat banyak klien korporasi maupun pemerintah tetap loyal, bukan karena murah, tapi karena merasa aman dan didengar.
Perjalanan Indofast dimulai dari pengembangan aplikasi mobile, lalu berevolusi menjadi perusahaan IoT dan AI yang matang. Bahkan, mereka sempat mengembangkan chatbot berbahasa Indonesia sebelum Meta AI hadir di pasar. Kini, mereka sedang menyiapkan AI Assistant khusus UMKM yang mudah digunakan dan hemat biaya.
Dengan kombinasi teknologi mutakhir, tim IT yang solid, dan filosofi the power of segelas kopi, Indofast Digital membuktikan bahwa di era algoritma sekalipun, faktor manusia tetap jadi inti dari inovasi dan kepercayaan digital.