ICCN juga menyoroti karakter vokal dan instrumen di Ambon yang terfragmentasi secara alami berdasarkan geografi, menciptakan lanskap identitas melodi yang kaya dan tidak monolitik.
Selain itu, etos Do It Yourself (DIY) terbentuk di Timur, karena komunitas bergerak mandiri memproduksi rekaman dan menyelenggarakan pertunjukan ruang alternatif.
Untuk memasukkan musik Timur ke panggung global, ICCN menyarankan adopsi model hybrida, yaitu membangun sekolah musik formal seperti kota musik dunia (Varanasi) sekaligus memperkuat infrastruktur studio dan rekaman industri dari kota musik dunia lainnya (Kinshasa).
"Investasi pada kualitas audio (mixing/mastering internasional) dan kemasan visual (video musik kelas dunia) juga diperlukan," ungkap pria yang akrab disapa Kang Fiki.
Turut hadir membersamai Ketua Umum ICCN Fiki Satari, yaitu Sekretaris Eksekutif ICCN Mario Devys, Wasekum ICCN Irham Kaharuddin, Deputi 2 Ekosistem Kreatif dan Pembangunan Perkotaan ICCN Zandry Aldrin Tuhepaly, Direktur Festival dan Aktivasi ICCN M. Ilham M Murda, dan Direktur Investasi Kreatif dan Bisnis Ecosystem Development Miftah Faridh Oktofani.
*TENTANG ICCN*
Indonesia Creative Cities Network (ICCN) merupakan simpul organisasi jejaring lintas komunitas yang menghubungkan kabupaten dan kota kreatif di seluruh Indonesia. ICCN berkomitmen memajukan pembangunan kota kreatif melalui penerapan 10 Prinsip Kota Kreatif, guna mendorong transformasi pembangunan nasional yang inklusif, berkelanjutan, serta berbasis pada kekuatan ide, budaya, dan kolaborasi.
PJ dan Kerja Sama Media:
- Robby
- Direktur Media Komunikasi ICCN
- 081329229231
- Website: iccn.or.id
- Media Sosial: @iccnmedia