BOGOR, CEKLISSATU - Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim memberi pesan peserta kongres Advokat Indonesia Kota Bogor bahwa gerakan anti korupsi harus dilakukan secara bersama-sama dan masif dengan membangun dan menguatkan karakter sebagai pondasi anti korupsi.


"Karena kami selalu membutuhkan arahan dan bimbingan dari para senior dari aparat penegak hukum bagaimana melaksanakan pemerintahan yang bersih," kata Dedie Rachim, saat menghadiri kongres Advokat Kota Bogor dengan tema 'Jadikan Bahaya Laten Korupsi Jadi Musuh Bersama' di Ruang Serbaguna, Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Minggu 10 Desember 2023.


Dalam menjalankan roda pemerintahan yang berpedoman pada Anti Korupsi, Dedie Rachim menerapkan pengalaman dan ilmu yang didapatnya ketika 13 tahun bertugas di KPK.

Baca Juga : Hari Disabilitas Internasional, Dedie Rachim Apresiasi Penampilan Anak-anak Disabilitas


Ia pun lebih banyak memberikan contoh membangun karakter anti korupsi dibanding dengan memperingatkan dengan kata-kata 'jangan korupsi'.


"Satu cara yang dilakukan adalah dengan menanamkan bahwa kita tidak ingin menyulitkan dan menyusahkan orang. Karena begitu kita punya kepentingan, punya sesuatu, maka disitu bibit-bibit sebuah kondisi dimana ada kepentingan yang masuk. Jadi saya memberikan contoh dari atas," katanya.


Kota Bogor selama berturut-turut meraih Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP, selain seluruh OPD juga didorong untuk memiliki kinerja yang optimal dan bekerja yang maksimal dengan mengedepankan prinsip integritas dan kejujuran.


Sebelum menutup kegiatan, Dedie juga mengapresiasi kegiatan diskusi publik yang diadakan sebagai langkah atau gerakan bersama membangun karakter anti korupsi.


Karena anti korupsi tidak hanya kata, tapi harus ditindaklanjuti oleh sebuah langkah sebuah gerakan seluruh unsur masyarakat.


"Jadi bukan hanya urusan KPK saja, jadi ini harus jadi gerakan masif mulai dari hal-hal sederhana, kebersihan lingkungan bagaimana membangun kejujuran integritas dan konsisten. Jadi bukan sesuatu yang sifatnya pendekatan saja, tapi dimulai dengan pembangunan karakter. Kalau karakternya saja sudah anti korupsi, Insya Allah bangsa ini akan jadi bangsa hebat," jelasnya.