"Seluruh pekerjaan sekolah, dikerjakan di sekolah. Tugas-tugas sekolah, dikerjakan di sekolah, tidak dibawa menjadi beban di rumah," beber Dedi Mulyadi. 

Baca Juga: Dedi Mulyadi Sebut Keluarkan Dana Pribadi untuk Tata Jalan Saleh Danasamita, Tapi Terkendala Ini

"Di rumah anak-anak itu rileks, baca buku, berolahraga fokus membantu kedua orang tuanya, meringankan beban-beban pekerjaannya, kemudian belajar membereskan rumah, cuci piring, perempuan belajar masak, ngepel dan berbagai kegiatan lainnya yang bermanfaat," tegas Dedi Mulyadi.

Meski begitu kata Dedi Mulyadi, kebijakan tersebut akan menimbulkan pro dan kontra. Tetapi Dedi Mulyadi tidak mempermasalahkan hal itu.

"Pasti kebijakan saya ada pro dan kontra. Bagi saya, pro dan kontra adalah hal yang biasa dalam berdemokrasi," jelas Dedi Mulyadi. 

"Tetapi yang terpenting adalah tujuan utama kita adalah untuk mewujudkan anak-anak Jawa Barat yang Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer," tutup Dedi Mulyadi.