“Mahasiswa Administrasi Publik membutuhkan bekal pengalaman empiris dari para pemangku kebijakan untuk memahami kompleksitas pelayanan publik. Kami berharap pemaparan dari Kepala Disdukcapil hari ini dapat memantik daya kritis serta melahirkan gagasan inovatif dari mahasiswa dalam mengurai persoalan birokrasi kontemporer,” kata Afmi.

Dalam sesi pemaparan, Renaldi menjelaskan bahwa administrasi kependudukan memiliki peran penting sebagai fondasi berbagai layanan publik. Data kependudukan menjadi acuan utama dalam layanan kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, hingga sektor perbankan.

Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Bogor menghadapi tantangan besar dalam penyelenggaraan layanan administrasi kependudukan karena memiliki jumlah penduduk mencapai 5,9 juta jiwa dan menjadi daerah dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia.

Baca Juga: Disdukcapil Kota Bogor Jemput Bola, Puluhan Ribu Dokumen Dicetak Lewat Program Lapak Capil

“Urusan administrasi kependudukan bukan sekadar pelayanan dasar, melainkan menjadi rujukan dasar bagi seluruh bentuk pelayanan publik lainnya. Dengan jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang mencapai 5.948.925 jiwa pada 2025, kami dituntut untuk terus melakukan transformasi,” tuturnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Disdukcapil Kabupaten Bogor terus melakukan berbagai inovasi, di antaranya melalui penguatan layanan berbasis digital dengan implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta pelayanan jemput bola kepada masyarakat.

“Melalui integrasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan inovasi pelayanan jemput bola, kami berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, aman, dan terpercaya,” tambahnya.