BOGOR, CEKLISSATU - Dinss Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor, Jawa Barat Goes To School, ratusan siswa yang menginjak usia 17 tahun direkam E-KTP.


Dedie A Rachim Wakil Walikota Bogor mengatakan, anak-anak yang menginjak usia 17 tahun menjadi prioritas kami, sebagai entry point dan sebagai yang penting untuk menerima E-KTP. Kebijakan ini terus berjalan hingga nanti ke depan,” kata Dedie Rachim.


Dengan memiliki E-KTP, para siswa ungkap Dedie memiliki kesempatan untuk membuat paspor, SIM hingga yang terbaru memiliki kesempatan berpartisipasi dan berkontribusi dalam pemilihan umum sebagai pemilih pemula di tahun 2024 mendatang untuk memilih legislatif, presiden dan kepala daerah.

Baca Juga : Reza Indragiri Berharap Vonis Pengadilan Tinggi Bersandar pada Pembuktian, Bukan Sebatas Pengakuan


Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor, Ganjar Gunawan menerangkan, pada dasarnya KTP adalah hak bagi seluruh warga negara indonesia, khususnya bagi anak-anak yang memasuki usia 17 tahun.


Dari total penduduk Kota Bogor yang berjumlah 1.114.000-an, Ganjar menyebutkan, jumlah  laki-laki di Kota Bogor lebih banyak dibandingkan perempuan yaitu sebanyak 563 ribu berbanding 550 ribu yang tersebar banyak di Kecamatan Bogor Barat, Tanah Sareal dan Bogor Selatan.


Dari jumlah tersebut, berdasarkan database SIAK tercatat ada 22.754 jiwa di Kota Bogor yang harus dilakukan perekam data E-KTP, dimana 300-an ada di SMKN 3 Kota Bogor yang menjadi bagian dari 350-an pelajar SMA/sederajat di Kota Bogor. Selain perekaman, Disdukcapil Kota Bogor melakukan aktivasi KTP digital.


Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri dan Sosial SMKN 3 Kota Bogor, Meinita Dewi Sulistain menjelaskan, kurang lebih ada 300 siswa SMK Negeri 3 Kota Bogor dari semua kelas yang mengikuti proses perekaman E-KTP selama 3 hari yang dimulai 9 hingga 11 Mei 2023. Dengan rincian kelas 10 ada 83 siswa, kelas 11 ada 201 siswa dan kelas 12 ada 9 siswa.


Perekaman di SMKN 3 Kota Bogor merupakan perekaman E-KTP tahap kedua, sebelumnya dilaksanakan di SMK Tri Dharma. Tahap pertama telah dilaksanakan sebelum ramadan. Turut menghadiri perwakilan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Barat.