BANDUNG, CEKLISSATU.COM – DPRD Jawa Barat terus memperketat pengawasan proses penyembelihan hewan kurban agar sesuai syariat Islam dan memenuhi standar kesehatan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat dari Fraksi PPP, Arief Maoshul Affandy mengatakan, ada tiga langkah konkret yang saat ini dilakukan untuk memastikan proses penyembelihan hewan kurban berjalan sesuai aturan.

“Pertama pemeriksaan ante mortem dan post mortem, kami memastikan petugas medis turun ke lapangan untuk memeriksa kesehatan hewan sebelum dan sesudah disembelih,” kata Arief, dikutip Kamis (20/5/2026).

Baca Juga: Menuju Iduladha 1447 H Pemkot Bogor Pastikan Ketersedian hingga Kesehatan Hewan Kurban

Selain pemeriksaan kesehatan, DPRD Jawa Barat juga menekankan penerapan prinsip animal welfare atau kesejahteraan hewan saat proses penyembelihan berlangsung.

“Kami menekankan hewan kurban tidak boleh stres saat akan disembelih. Penggunaan alat bantu seperti pisau yang sangat tajam adalah standar yang tidak bisa ditawar,” ucapnya.

Menurutnya, aspek syariat juga menjadi perhatian utama agar proses penyembelihan tidak hanya sah secara agama, tetapi juga menjamin kualitas daging yang aman dikonsumsi masyarakat.

Baca Juga: Jangan Asal Sembelih, Kementan Tekankan Standar Halal dan Kesejahteraan Hewan Kurban

“Ketiga tentu sertifikasi halal. Proses sembelih harus benar secara syariat agar kualitas dagingnya pun terjamin secara kesehatan,” katanya.

Tak hanya fokus pada proses penyembelihan, Komisi II DPRD Jawa Barat juga menyoroti penanganan limbah hewan kurban agar tidak mencemari lingkungan.

Arief menyebut, pihaknya mendorong pemerintah daerah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) khusus terkait pengelolaan limbah kurban selama Idul Adha.

“Tentu ini menjadi concern kami. Komisi II mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan SOP khusus penanganan limbah kurban,” ucapnya.

Baca Juga: 2.560 Sapi Masuk Jabodetabek, Badan Karantina Perketat Pengawasan Pastikan Hewan Kurban Aman

“Kami mengimbau masyarakat tidak membuang limbah hewan kurban ke sungai dan kami mendorong pembuatan lubang penampungan limbah seperti septic tank sementara agar tidak mencemari lingkungan dan menimbulkan bau berlebih,” imbuhnya.