Iswara mengingatkan, Jawa Barat sebenarnya sudah memiliki rekam jejak program seperti Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis (GRLK) dan beberapa program sejenis.
Namun, yang dilakukan Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) kali ini dinilai berbeda karena melibatkan masyarakat secara langsung dan memberikan insentif bagi mereka yang merawat tanaman.
Baca Juga: Respons Cepat, Sekretariat DPRD Jabar Bantu Korban Banjir di Rancamanyar Baleendah
“Menanam pohon itu tidak sulit, tetapi merawatnya hingga melewati masa kritis adalah tantangan sesungguhnya," terang Iswara.
"Tanaman memiliki masa kritis, bisa setahun atau beberapa bulan, tergantung jenisnya, dan membutuhkan perawatan intensif,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat sekitar adalah pihak yang paling tepat untuk menjalankan perawatan tersebut, mengingat mereka yang setiap hari melihat perkembangan tanaman dan memahami kondisi lapangan.
Baca Juga: Wasapadai Cuaca Ekstrem Jelang Nataru, DPRD Desak Pemprov Jabar Tingkatkan Edukasi Mitigasi Bencana
Ia juga menegaskan perlunya pengawasan dari dinas teknis, terutama Dinas Kehutanan, untuk memastikan program berjalan baik.