KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Soal adanya dugaan pemotongan uang kompensasi sopir angkot di wilayah Puncak Kabupaten Bogor bahkan hingga viral, kembali dibeberkan oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi pertemukan sopir angkot bernama Emen Hidayat yang sempat mengungkap adanya pemotongan uang kompensasi, serta Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih.
Hal itu terungkap dalam sebuah video yang diposting Dedi Mulyadi dalam akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71.
Tampak Dadang dan Emen duduk di sisi kiri kanan Dedi Mulyadi. Mereka menjelaskan soal kasus pemotongan uang kompensasi tersebut.
Berikut ini isi percakapan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bersama Emen Hidayat sopir angkot dan Dadang Kosasih.
"Nih Pak Emen sampaikan kepada warga Jabar dan warga Indonesia. Pak Dadang itu ikut nyuruh motong, ikut menikmati atau tidak?" ucap Dedi Mulyadi.
"Tidak Pak," jawab Emen. "Yang bener adalah?" Dedi bertanya lagi. "KKSU," jawab Emen.
Kemudian Dedi Mulyadi menanyakan siapa pihak yang meminta uang tersebut kepada sopir angkot hingga persoalan itu ramai dan viral di media sosial? Emen kembali menjawab KKSU.
Dedi Mulyadi lalu kembali bertanya kepada Emen soal keterkaitan Dadang Kosasih selaku Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Kabupaten Bogor yang sempat viral.
"Waktu pemotongan Pak Dadang pernah meminta?" tanya Dedi Mulyadi. "Gak pernah," kata Emen.
Dalam percakapan itu juga diketahui Dadang hadir hanya saat penyerahan bantuan secara simbolis di Polres Bogor yang juga dihadiri Dedi Mulyadi.
Dadang menyampaikan bahwa Dishub Kabupaten Bogor tidak dilibatkan saat penyerahan bantuan yang bersumber dari Baznas Provinsi Jabar dan bjb Peduli, karena hal itu dilakukan oleh Dishub Provinsi Jabar.
Dedi Mulyadi lalu menegaskan, apa yang terjadi bukan rekayasa melainkan fakta sehingga kalau benar katakan benar, kalau tidak katakan tidak.
"Bahwa pungutan liar yang dilakukan Dishub Kabupaten Bogor tidak pernah ada, yang ada adalah pungutan yang dilakukan KKSU," ucap Dedi Mulyadi.