JAKARTA, CEKLISSATU - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menggelar acara silaturahmi yang menghadirkan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat di Kantor Walikota Jakarta Selatan pada hari Selasa, 7 Oktober 2025. Acara yang mengangkat tema “Bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Mewujudkan Perlindungan Sosial dan Transportasi Publik yang Dibutuhkan bagi Masyarakat” ini bertujuan untuk mempererat sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dalam mewujudkan perlindungan sosial ketenagakerjaan serta pengembangan transportasi publik yang dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Mukhlisin, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan, secara resmi membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, Mukhlisin menekankan pentingnya peran tokoh agama dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan aspirasi serta kebutuhan warga.

Baca Juga: Meninggal Saat Bela Nama Bangsa, Negara Hadir untuk Atlet Naufal Takdir Al Bari 

Ia menuturkan, silaturahmi tersebut sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi, menyamakan persepsi, dan bekerja sama dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat, khususnya di bidang perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dan transportasi publik.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Jakarta Selatan, Tomy Fudihartono, Danramil Kebayoran Baru, Mayor Arh Jaminal, perwakilan Polres Metro Jakarta Selatan, Ketua Dewan Kota Administrasi Jakarta Selatan, perwakilan Kesbangpol, para camat dan lurah se-Jakarta Selatan, serta para ketua lembaga keagamaan dan organisasi masyarakat se-Jakarta Selatan, sebagai bagian dari upaya kolaborasi untuk menjawab kebutuhan dan aspirasi masyarakat di daerah tersebut.

Dalam acara tersebut, hadir Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kebayoran Baru, Rafik Ahmad, beserta jajarannya. Menurut Rafik, pihaknya berkomitmen untuk mendukung perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pekerja dan pelaku transportasi publik di wilayah Jakarta Selatan.

Acara silaturahmi ini diharapkan menjadi wadah dialog dan kolaborasi yang konstruktif dalam menghadapi risiko sosial dan transportasi di wilayah Jakarta Selatan. "Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat diharapkan dapat menghasilkan solusi yang konkret dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat luas," pungkas Rafik. 

Kegiatan ini juga diisi sosialisasi perlindungan transportasi publik oleh pihak Transjakarta, yang bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang akses layanan transportasi yang aman, nyaman, serta dapat menunjang aktivitas warga.