Adapun mitra tersebut yakni Global Humanity Network (GHN) yang dalam waktu 2 hari koordinasi akhirnya dilaporkan bahwa paket tersebut sudah terimplementasi.
"Bentuk implementasi ini kita titipkan yakni dana zakat untuk dibuat masakan dan diproduksi. Di sana, paket ifthar dibagikan di kantong-kantong pengungsian. Jumlahnya tahap awal ada 500 porsi yang kita distribusikan di Gaza City," ucapnya.
Ia menambahkan, pembagian paket buka puasa Bososwa Peduli juga akan diimplementasikan di Al-Quds, Al-Aqsa Tepi Barat dalam waktu dekat.
"Gaza menjadi tempat pertama penyeluruhan implementasi paket ifthar ini, karena Gaza ketahui hancur luluh lantak hampir 74 persen wilayah tidak layak huni. Ekonominya juga hancur semuanya di situ," jelasnya.
Selain itu, saudara-saudara di Gaza tidak punya kemampuan dan hanya berharap dari bantuan agar bisa menyambung hidupnya. Maka dari itu, perlu adanya intervensi untuk mereka.
"Inilah yang kita lakukan sekarang, mengintervensi supaya saudara-saudara kita itu bisa hidup, bisa menjalankan puasa.
Ini sebagai salah satu berkah Ramadhan," ucapnya.
"Apabila kita membantu Palestina, membantu Gaza, membantu Al-Aqsa, pahala kita insya Allah sama dengan yang menjalankan ibadah disana. Masya Allah,” imbuhnya.
Sejalan dengan hal ini, Director in Charge Bosowa Education, Asrul Hidayat mengatakan, implementasi ifthar ke Palestina merupakan kontribusi dari penerapan visi Bosowa yakni memberikan kontribusi nyata bagi masyatakat.
“Kami menjalankan program ini secara nyata untuk menyentuh masyarakat secara langsung di manapun berada baik secara nasional maupun global,” tuturnya.
Ia menambahkan, Bosowa Peduli akan terus membersamai Palestina untuk terus melaksanakan program-program yang lain dan akan hadir juga di Al-Aqsa untuk menyebarkan kebaikan.