Dalam paparannya, Prof. James Ronald Mesina menjelaskan berbagai peluang kemitraan riset internasional, program mobilitas akademik, serta akses terhadap pendanaan penelitian yang dapat dimanfaatkan oleh dosen dan peneliti bidang komunikasi. Sementara itu, Dr. Nia Sarinastiti menyoroti pentingnya kesiapan institusi dalam membangun budaya riset kolaboratif serta strategi peningkatan publikasi pada jurnal internasional bereputasi.
Penandatanganan MoU/MoA ini melibatkan 22 Program Studi Ilmu Komunikasi dari 21 perguruan tinggi anggota ASPIKOM Jabodetabek, yang secara bersama-sama menyatakan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi internasional di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat. Langkah ini menjadi salah satu upaya konkret dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi komunikasi yang semakin terbuka, kolaboratif, dan berdaya saing global.
Ketua ASPIKOM Korwil Jabodetabek, Dr. Erna Febriani, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan implementasi nyata dari strategi 4C’s Framework yang menjadi landasan kepengurusan ASPIKOM Jabodetabek periode 2025–2029, yaitu Communication, Commitment, Collaboration, dan Contribution.
Menurutnya, melalui kemitraan internasional ini ASPIKOM Jabodetabek berupaya membangun komunikasi yang lebih luas dengan mitra global (Communication), memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi komunikasi (Commitment), memperluas kolaborasi riset dan publikasi lintas negara (Collaboration), serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu komunikasi dan peningkatan kualitas program studi anggota (Contribution).
"Kerja sama dengan Mapúa Malayan Colleges Laguna merupakan langkah strategis dalam mewujudkan visi ASPIKOM Jabodetabek sebagai asosiasi pendidikan tinggi komunikasi yang membangun komunikasi strategis, kolaborasi, kontribusi, dan dampak nyata bagi para pemangku kepentingan. Kami berharap kemitraan ini membuka lebih banyak peluang penelitian bersama, publikasi internasional, pertukaran akademik, pengembangan kurikulum berstandar internasional, serta akses terhadap berbagai skema hibah penelitian global yang dapat dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa," ujar Dr. Erna Febriani.