BOGOR, CEKLISSATU.COM - Pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) menerapkan inovasi baru untuk meningkatkan keselamatan pengunjung.
Para pengunjung yang ingin mendaki ke TNGGP kini diwajibkan menggunakan gelang berbasis Radio Frequency Identification (RFID).
Kebijakan itu diterapkan sebagai bagian dari sistem pemantauan pendakian guna memperkuat pengawasan, mempercepat proses evakuasi darurat, serta meningkatkan keamanan aktivitas pendakian di kawasan konservasi TNGGP.
Baca Juga: EIGER Adventure Land: Persembahan untuk Negeri Melalui Ekowisata Lestari di Jantung TNGGP
Dikutip dari Instagram @ayoketamannasionnal_official, Senin (19/1/2026), kebijakan itu karena banyaknya kejadian pendaki tersesat atau hilang.
Hal itu jadi pengingat pentingnya sistem keselamatan pendakian.
Untuk itu, Direktorat PJL Kementerian Kehutanan bersama Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menghadirkan gelang RFID.
Baca Juga: Tim SAR Gabungan Cari 13 Orang Dilaporkan Tersesat di Gunung Pangrango
“Inovasi ini merupakan bagian dari langkah serius perbaikan pengamanan dan keselamatan pengunjung selama masa penutupan jalur pendakian,” tulisnya.
Dengan gelang RFID, pergerakan pendaki bisa terpantau di setiap check point.
“Setiap pendaki nanti akan dipasangkan gelang berchips RFID saat registrasi,” jelasnya.
Baca Juga: Gunung Gede Pangrango Diserbu Pendaki, Jalur Pendakian Sampai Macet
Dengan adanya gelang RFID tersebut maka proses SAR akan lebih sigap, deteksi lebih akurat dan waktu penanganan lebih efisien.
Untuk tahap awal, sistem RFID akan diterapkan di Jalur Gunung Putri, Jalur Cibodas, dan check point Surya Kencana.
“Selain itu, juga ada fitur tambahan Panic Button (SOS). Jadi jika dalam keadaan darurat, pendaki bisa menekan tombol SOS untuk meminta bantuan petugas di bawah,” bebernya.
Pendakian boleh menantang, tapi keselamatan jangan diabaikan.