JAKARTA, CEKLISSATU - Gempa Turki yang terjadi pada Senin 6 February 2023 pagi waktu setempat, telah menewaskan 529 orang, sampai Senin Siang.
Hingga kini, ribuan bangunan termasuk gedung apartemen dan perkantoran dilaporkan runtuh.
Pihak berwenang pun memprediksi jumlah korban tewas kemungkinan masih akan banyak bertambah lantaran banyak orang hilang yang diduga masih terjebak reruntuhan.
Proses evakuasi puing-puing reruntuhan dan penyelamatan juga terhambat oleh badai salju musim dingin yang menutupi jalan-jalan utama dengan es dan salju.
Baca Juga : KBRI Ankara: 3 WNI Terluka dalam Gempa Turki
Wakil Presiden Turki Fuat Oktay melaporkan 284 orang meninggal dunia di Turki, sementara itu lebih dari 2.300 orang luka-luka akibat gempa dahsyat tersebut.
Sebanyak 245 orang meninggal dunia di Suriah, menurut laporan media setempat dan sumber medis. Lebih dari 600 orang pun dikabarkan terluka, seperti dilansir dari AFP, Senin 6 February 2023.
Sebanyak 237 orang meninggal di wilayah kekuasaan Presiden Bashar Al-Assad Suriah, sementara itu, sisanya terdapat di wilayah utara Suriah yang dikuasai kelompok pemberontak pro-Turki.
"(Sebanyak) 639 orang terluka dan 237 meninggal dunia di Provinsi Aleppo, Latakia, Hama, dan Tartus," bunyi keterangan Kementerian Kesehatan Suriah, yang ditambah delapan korban tewas menurut laporan rumah sakit di wilayah utara Suriah kepada AFP.
Tim penyelamat hingga kini masih melakukan pencarian korban selamat di bawah puing-puing bangunan, di tengah hujan yang mengguyur.
Gempa ini adalah yang terkuat sejak Pusat Gempa Nasional didirikan pada tahun 1995.