BANDUNG, CEKLISSATU - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi sinyal ada rencana perombakan Kabinet Indonesia Maju atau reshuffle setelah salah satu partai koalisi Pemerintah yakni NasDem melakukan Deklarasi mendukung Anies Baswedan sebagai Capres di 2024.
Hal itu Ia sampaikan ketika menjawab pertanyaan wartawan rencana reshuffle usai adanya pengumuman calon presiden oleh Partai NasDem.
"Rencana selalu ada," kata Jokowi usai meninjau Proyek Kereta Cepat yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis 13 Oktober 2022.
Namun Mantan Gubernur DKI Jakarta itu belum dapat memastikan kapan reshuffle kabinet tersebut dilakukan. "Pelaksanaan nanti diputuskan," ujar Jokowi
Sebelumnya, sejumlah relawan Presiden Joko Widodo meminta para menteri yang merupakan kader Partai Nasdem diganti. Relawan Jokowi menyampaikan hal itu setelah NasDem mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) di Pemilu 2024.
"Kami meminta kepada Bapak Presiden untuk segera memberhentikan para menteri yang berasal dari Partai Nasdem," ujar perwakilan relawan Jokowi, Fredi Moses Ulemlem di kawasan Jakarta Pusat, Senin 10 Oktober.
Sinyal keretakan hubungan antara Jokowi dengan NasDem juga mulai dapat dibaca setelah NasDem deklarasi dukungan ke Anies.
Pakar komunikasi politik Effendi Gazali, menilai langkah NasDem mendukung Anies merupakan langkah yang berani. Dengan mendeklarasikan Anies sebagai Capres 2024, maka NasDem dinilai telah terang-terangan mengambil posisi yang bertentangan dengan Jokowi dan Pemerintahan saat ini.
Dia juga menangkap adanya komunikasi yang berlawanan setelah NasDem mendeklarasikan Anies sebagai Capres.
"Ini adalah sebuah posisi yang siap bertentangan dengan Jokowi, dengan pemerintah saat ini," kata Effendi, Selasa 4 Oktober 2022.
Effendi juga menangkap adanya sikap yang berlawanan dari Jokowi pada saat orang nomor 1 di RI itu menolak mengomentari dukungan dari NasDem ke Anies Baswedan karena masih dalam suasana duka.