Dalam proses kreatif, materi lagu umumnya lahir dari sesi jamming antarpersonel. Setelah mendapatkan bentuk yang dianggap cukup utuh, lagu kemudian dimatangkan saat proses rekaman.
"Biasanya penulisan musik kami lakukan melalui tahap jamming. Setelah dirasa cukup utuh, baru kami rampungkan saat proses rekaman di studio," katanya.

Produksi Platipus turut melibatkan Shena Ariyandi sebagai produser. Sejumlah materi telah mulai ditulis sejak 2025 dan diselesaikan sepanjang kuartal pertama 2026 di 13 Nadi Musik, dengan bantuan Boy Mulyadi dalam proses rekaman.

Proses produksi menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya kesibukan masing-masing personel. Kebiasaan melakukan improvisasi juga membuat sejumlah materi yang sebelumnya dianggap final kembali mengalami perubahan.

"Proses rekaman Platipus cukup menguras tenaga, karena tiap personel punya kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan. Terlebih, kami cukup sering melakukan improvisasi dan mengubah materi yang sebenarnya sudah final di tahap workshop," terang Robay.

Meski mengusung musik retro, The Dusty Rusty mengaku tidak secara khusus membuat pendekatan tertentu untuk mengejar pendengar baru. Mereka memilih mempertahankan karakter musik yang mudah dicerna sekaligus tetap merepresentasikan identitas kelompok.

Baca Juga: Kraken Rilis Single “Kalam Menikam”, Tanda Fase Baru Menuju Album Kaliyuga

Menariknya, lima lagu dalam Platipus dapat dinikmati sebagai sebuah rangkaian cerita. Jika diputar berurutan, setiap lagu menggambarkan perjalanan emosional seorang laki-laki muda, mulai dari cinta yang tidak berbalas, kenangan terhadap sebuah tempat, kritik terhadap relasi yang tidak sehat, hingga pengalaman memasuki fase coming of age.

Konsep tersebut dianggap sejalan dengan nama Platipus, hewan mamalia semiakuatik yang memiliki karakteristik unik karena memadukan berbagai keunikan dalam satu tubuh.

"Kami tidak berusaha mengejar tren. Yang kami tawarkan adalah identitas The Dusty Rusty yang otentik dan lahir dari kecintaan kami terhadap musik lawas yang terus digali dengan cara kami," ujar Kuray.

Bagi The Dusty Rusty, Platipus menjadi bentuk deklarasi musikal bahwa musik retro-pop masih dapat terdengar segar ketika dipadukan dengan pendekatan modern yang jujur.