JAKARTA, CEKLISSATU - Nilai-nilai Pancasila sudah sepatutnya dijadikan landasan kecakapan dalam ruang digital.
Mewujudkan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan karakter dalam beraktivitas di ruang digital. Salah satu contoh dari pengamalan nilai Pancasila, khususnya yaitu Sila Pertama, adalah dengan saling menghormati perbedaan kepercayaan di ruang digital.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama DPR, mengadakan seminar literasi digital Ngobrol Bareng Legislator dengan tema ‘Membangun Nilai Pancasila di Ruang Digital’ Senin 27 Februari 2023.
Anggota Komisi I DPR, Krisantus Kurniawan mengatakan, peran pemuda sangat penting dalam membangun beradaban dan kemajuan suatu bangsa, sehingga generasi milenial menjadi objek utama yang harus didorong untuk penguatan ideologi Pancasila.
Baca Juga : DPRD Kota Bogor Usulkan Raperda Prakarsa Tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan
“Ketahanan ideologi harus menyasar pada generasi milenial yang rentan menjadi korban proyek disinformasi, desepsi dan alat propaganda di era digital,” kata Krisantus.
Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegaskan kita sedang menghadapi era disubsi teknologi.
Sementara itu, Dosen Prodi Komunikasi Digital & Media Sekolah Vokasi IPB, Willy Bachtiar mengatakan, COVID-19 mengakibatkan adanya pergeseran pola pikir, pola sikap dan pola Tindakan masyarakat dalam akses dan distribusi informasi.
Sebelum masyarakat tumbuh menjadi masyarakat digital, diperlukan pengetahuan terkait 4 pilar literasi digital.
“4 pilar literasi digital ini adalah digital skill, digital ethics, digital safety dan digital culture,” ucap Willy.
Digital skill adalah kemampuan individu dalam mengetahui, memahami dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK.
Digital culture adalah kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa dan membangun wawasan kebangsaan dan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
dDigital ethics adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, memeprtimbangkan dan mengembangkan tata Kelola etika digital.
Digital safety adalah kemampuan individu dalam mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis, dan meningkatkan keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga selanjutnya masyarakat dapat menerapkan 4 pilar literasi digital,” ujar dia.
Dalam kesempatan yang sama, Station Manager Thomson News Radio Bali, Patrick Jonathans menyebut, bahwa ruang digital atau dunia maya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern saat ini.
“Dengan membangun nilai Pancasila di ruang digital, diharapkan dapat membantu mengurangi berbagai bentuk tindakan negatif seperti : hoaks, ujaran kebencian, dan perpecahan yang dapat merusak keharmonisan dan persatuan dalam masyarakat,” ujar Patrick.
“Dengan membangun nilai Pancasila di ruang digital, masyarakat diharapkan dapat memahami dan menghargai perbedaan serta membangun keterbukaan dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara online,” tambahnya.
Sementara itu, Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, sebagaimana yang telah diketahui bersama, dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara kita beraktivitas dan bekerja.
“Untuk mengahadapi hal tersebut, kita semua harus mempercepat kerjasama kita dalam mewujudkan agenda trasnformasi digital Indonesia,” kata Semuel.
Bersama-sama wujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan menjadikan masyarakat madani berbasis teknologi.
“Kemampuan yang kita miliki serta keunggulan yang terus dijaga akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat dan besar, serta menjadi unggul dalam segi sumber daya manusia,” tutup Semuel.