BOGOR, CEKLISSATU - Bibir kering dan pecah-pecah sering dikaitkan dengan cuaca panas atau udara yang terlalu dingin. Namun, kondisi ini tidak selalu disebabkan oleh faktor lingkungan. Sejumlah kebiasaan sehari-hari hingga kondisi kesehatan tertentu juga dapat menjadi pemicu bibir kehilangan kelembapan dan terasa tidak nyaman.
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), bibir memiliki lapisan pelindung yang lebih tipis dibandingkan kulit pada bagian tubuh lainnya. Kondisi tersebut membuat bibir lebih rentan mengalami kekeringan akibat berbagai faktor, baik dari luar maupun dari dalam tubuh Untuk memahami lebih lanjut, berikut sejumlah penyebab bibir kering dan pecah-pecah yang umum terjadi.
1. Kebiasaan Menjilat Bibir Justru Memperparah Kondisi
Saat bibir terasa kering, banyak orang secara refleks menjilat bibir untuk memberikan kelembapan. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat memperburuk kondisi bibir.
Baca Juga: Cowok Wajib Tahu! Ini Jenis Lippie Biar Tidak Salah Beli untuk Pasangan
Menurut AAD, air liur akan menguap dengan cepat setelah menempel pada permukaan bibir. Proses penguapan tersebut membuat bibir kehilangan kelembapan alami dan menjadi lebih kering dibandingkan sebelumnya. Selain itu, enzim dalam air liur juga dapat mengiritasi kulit bibir yang sensitif.
2. Dehidrasi atau kekurangan cairan
Kurangnya asupan cairan menjadi salah satu penyebab umum bibir kering. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, berbagai jaringan tubuh akan kehilangan cairan, termasuk kulit dan bibir.
Menurut Mayo Clinic, dehidrasi dapat ditandai dengan rasa haus berlebihan, mulut kering, urine berwarna lebih pekat, hingga bibir yang tampak pecah-pecah. Karena itu, menjaga kebutuhan cairan harian menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan kelembapan bibir.
3. Kekurangan Vitamin B dan Zat Besi
Bibir pecah-pecah yang terjadi secara berulang juga dapat berkaitan dengan kekurangan nutrisi tertentu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa defisiensi vitamin B kompleks, khususnya vitamin B2 (riboflavin), B6, dan B12, dapat memengaruhi kesehatan kulit dan jaringan mukosa.