Proses syuting film tersebut berlangsung sekitar 19 hingga 20 hari, dengan total masa produksi hampir satu bulan. Menjelang penayangan resmi pada 21 Mei 2026, tim film juga menggelar rangkaian nonton bareng serentak di 30 kota di Indonesia.

Anggy berharap film ini bisa meraih lebih dari satu juta penonton di bioskop. Meski begitu, ia menegaskan bahwa fokus utama tim produksi adalah memberikan karya terbaik untuk masyarakat.

Sementara itu, Fairuz A. Rafiq turut mengungkapkan rasa bahagianya melihat respons masyarakat Bogor terhadap film tersebut.

“Film ini bukan cuma hiburan, tapi juga tempat belajar. Kita bisa belajar bagaimana memposisikan diri sebagai menantu, istri, suami, ipar, maupun anak,” ungkap Fairuz.

Ia menilai kekuatan film karya Anggy Umbara terletak pada kemampuannya mengangkat persoalan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari menjadi tontonan yang penuh pelajaran dan emosional.