JAKARTA, CEKLISSATU – Dosen Program Studi Kimia, Kelompok Keilmuan Kimia Hayati, Fakultas Sains Institut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung, Rahmat Kurniawan, berhasil menemukan Kuwanon J dari tumbuhan Morus shalun atau murbei yang berpotensi melawan kanker serviks.
Senyawa Kuwanon J dari murbei yang berpotensi jadi agem antikanker serviks itu merupakan adduct Diels-Alder yang diperoleh melalui proses biotransformasi menggunakan enzim Diels-Alderase.
Dalam uji awal, senyawa Kuwanon J menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker serviks.
Rahmat menjelaskan, bahwa penelitiannya memanfaatkan pendekatan kultur jaringan tumbuhan, jamur, dan bakteri untuk memperoleh senyawa bioaktif untuk lawan kanker serviks.
“Tumbuhan Morus shalun menghasilkan senyawa golongan fenolik yang unik dengan rantai isoprenil. Rantai ini menjadi salah satu prekursor pembentukan cincin metil sikloheksena dari senyawa adduct Diels-Alder,” paparnya, dikutip dari laman Kemendiktisaintek, Minggu (27/7/2025).
Tumbuhan murbei dikenal luas di Indonesia sebagai tanaman dari famili Moraceae yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis, termasuk kawasan Asia Tengah dan Indonesia.
Baca Juga: Ini Penanganan Penyakit Kanker secara Komprehensif
Selain meneliti murbei, Rahmat juga melakukan riset terhadap berbagai senyawa antikanker lain, antara lain Paclitaxel dari cemara gunung (Taxus sumatrana), senyawa phytosterol dari bakau minyak (Rhizophora apiculata), senyawa amyrin dari tumbuhan sikat botol (Callistemon citrinus), dan senyawa lapachol dari tabebuya (Tabebuia aurea).
Ia menekankan pentingnya pemanfaatan keanekaragaman hayati lokal sebagai sumber pengembangan obat.
“Senyawa alami memiliki keunggulan dari sisi keamanan karena umumnya memberikan efek samping yang lebih rendah dibandingkan obat sintetik,” ujar Rahmat.