Pola ini dapat membuat korban merasa bersalah secara berlebihan dan mulai mempertanyakan kemampuannya sendiri. Healthline menyebut perilaku menyalahkan secara terus-menerus sebagai salah satu bentuk manipulasi emosional yang sering muncul dalam hubungan tidak sehat.

3. Membuat Pasangan Meragukan Diri Sendiri

Perilaku yang dikenal sebagai gaslighting juga termasuk salah satu tanda kekerasan verbal. Pelaku sering menyangkal ucapan atau tindakan yang pernah dilakukan, lalu membuat pasangannya merasa bahwa ingatan atau persepsinya keliru.

Menurut Psychology Today, gaslighting dapat membuat seseorang kehilangan kepercayaan terhadap penilaiannya sendiri dan merasa bingung terhadap realitas yang dialaminya. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental dan rasa percaya diri korban.

4. Terlalu Mengontrol dan Membatasi
Tanda lainnya adalah ketika pasangan berusaha mengontrol kehidupan pribadi seseorang melalui kata-kata atau tekanan emosional. Misalnya, melarang bertemu teman, mempertanyakan setiap aktivitas, atau membuat pasangan merasa bersalah ketika menghabiskan waktu dengan orang lain.

Baca Juga: Langkah Leo/Daniel Terhenti di Indonesia Open 2026

Menurut The National Domestic Violence Hotline, perilaku mengontrol dan membatasi hubungan sosial pasangan merupakan salah satu tanda peringatan hubungan yang tidak sehat. 

5. Kritik dan Kemarahan yang Terjadi Terus-Menerus

Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam hubungan. Namun, kritik yang terjadi hampir setiap saat, disertai kemarahan, bentakan, atau komentar yang menjatuhkan, dapat menjadi tanda adanya kekerasan verbal.

Simply Psychology menjelaskan bahwa kekerasan verbal sering kali muncul dalam bentuk kritik berlebihan, penghinaan, atau upaya untuk merendahkan pasangan demi mempertahankan kendali dalam hubungan.